Sifat Asam Basa dan Garam, Teori Pengertian

Sifat Asam Basa dan Garam – Di sini kita akan belajar mengenai Teori Asam Basa dan Garam dimulai dari pengertian asam basa dan garam sampai contoh asam basa dan garam.

Sifat Asam Basa dan Garam, Teori Pengertian

Asam Basa dan Garam

Pengertian Asam

Asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.

Sifat Asam

Sifat-sifat asam yaitu:

  • Rasanya masam/asam
  • Bersifat korosif atau merusak
  • Bila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion H+ atau ion ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Peristiwa terurainya asam menjadi ion-ion dapat di tuliskan sebagai berikut:

HA (aq) à H+ (aq) + A- (aq)

  • Bila diuji dengan indikator kertas lakmus biru dapat mengubah lakmus tersebut menjadi merah. Sedangkan jika diuji dengan indikator kertas lakmus yang berwarna merah, kertas lakmus tersebut tidak akan berubah warna. Indikator adalah suatu alat untuk menunjukkan suatu zat apakah bersifat asam maupun basa.

Contoh Asam

Tabel 2.1 Beberapa asam yang dikenal
No.
Nama asam
Terdapat dalam
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Asam asetat
Asam askorbat
Asam sitrat
Asam borat
Asan karbonat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam fosfat
Asam sulfat
Asam tatrat
Asam malat
Asam formiat
Asam laktat
Asam benzoat
Larutan cuka
Jeruk, tomat, sayuran
Jeruk
Larutan pencuci mata
Minuman berkarbonasi
Asam lambung, obat tetes mata
Pupuk, peledak ( TNT )
Deterjen, pupuk
Baterai mobil, pupuk
Anggur
Apel
Sengatan lebah
Keju
Bahan pengawet makanan

Pengertian Basa

Basa Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa.

Sifat Basa

Sifat-sifat basa yaitu:

  • Rasanya pahit
  • Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit
  • Bila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH- atau ion hidroksil dan ion logam atau gugus lain yang bermuatan negatif. Apabila ion OH- hampir seluruhnya dilepaskan atau ionisasinya sempurna, maka termasuk basa kuat atau dikatakan memiliki derajat keasaman yang rendah dan begitu juga sebaliknya. Secara umum peristiwa peruraian basa menjadi ion-ion dapat dituliskan sebagai berikut:

BOH (aq) à B+ (aq) + OH- (aq)

  • Bila diuji dengan indikator yang berupa lakmus merah, maka akan mengubah warna lakmus tersebut menjadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak akan mengubah warna kertas lakmus tersebut.

Contoh Basa

Tabel 2.2 Beberapa Basa yang dikenal

No.
Nama basa
Terdapat dalam
1
2
3
4
Aluminium hidroksida
Kalsium hidroksida
Magnesium hidroksida
Natrium hidroksida
Deodoran, antasid
Mortar dan plester
Obat urus-urus, antasid
Bahan sabun

Perbedaan Sifat Asam dan Basa

Sifat asam berbeda dengan sifat Basa suatu zat. Perbedaan Sifat Asam dan Basa dapat kamu lihat pada tabel 2.3 berikut ini.

Tabel 2.3 Perbedaan Sifat Asam dan sifat basa

No.AsamBasa
1Senyawa asam bersifat korosif.Senyawa Basa bersifat merusak kulit (kaustik )
2Sebagian besar reaksi dengan logam menghasilkan H2Terasa licin di tangan, seperti sabun.
3Senyawa asam memiliki rasa asam.Senyawa Basa terasa pahit.
4Dapat mengubah warna zat yang dimiliki oleh zat lain (dapat dijadikan indikator asam atau basa).Dapat mengubah warna zat lain. (warna yang dihasilkan berbeda dengan asam).
5Menghasilkan ion H+ dalam air.Menghasilkan ion OHdalam air.

Pengertian Garam

Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari–hari tentu kamu tidak asing dengan garam. Contoh garam adalah garam dapur (NaCl) yang biasa digunakan untuk keperluan memasak. Tahukah kamu dari mana garam dapur tersebut diperoleh? Garam dapur dapat diperoleh dari air laut. Petani garam membuatnya dengan cara penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diproses iodisasi (garam kalium, KI) sehingga diperoleh garam beriodium. Garam dapur juga dapat diperoleh dengan cara mencampur zat asam dan basa. Mengapa demikian? Asam bereaksi dengan Basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa. Reaksi antara asam dan Basa dinamakan reaksi netralisasi. Sebagai contoh asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (soda api) akan membentuk garam dapur dan air. Jika dengan menggunakan proses penguapan, maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.

HCl     +    NaOH        →         NaCl        +         H2O

Asam        Basa               Garam dapur             Air

Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain:

  • Asam + Basa menghasilkan garam + air
  • Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
  • Asam + oksida Basa menghasilkan garam + air
  • Oksida asam + oksida Basa menghasilkan garam
  • Logam + asam menghasilkan garam + H2

Sifat Garam

Sifat-sifat garam diantaranya sebagai berikut:

  • Mempunyai rasa asin
  • Dapat menghantarkan arus listrik
  • Tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru
  • Memiliki pH netral sekitar 7
  • Terbentuk dari sisa asam dengan sisa basa
  • Senyawa yang terdiri dari unsur logam dan non logam, misalnya NaCI dimana natrium (Na) termasuk logam dan clorida (CI) termasuk unsur non logam

Contoh Garam

Tabel 2.4 Beberapa garam yang dikenal

No.
Nama garam
Rumus
Nama Dagang
Manfaat
1
2
3
4
5
6
7
Natrium klorida
Natrium bikarbonat
Kalsium karbonat
Kalium nitrat
Kalium karbonat
Natrium fosfat
Amonium klorida
NaCl
NaHCO3
CaCO3
KNO3
K2CO3
Na3PO4
NH4Cl
Garam dapur
Baking soda
Kalsit
Saltpeter
Potash
TSP
Salmiak
Penambah rasa makan
Pengembang kue
Cat tembok dan bahan karet
Pupuk, bahan peledak
Sabun dan kaca
Deterjen
Baterai kering

Reaksi penetralan berguna bagi manusia, antara lain produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan dengan menggunakan senyawa Basa Mg(OH)2. Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa Basa Ca(OH)2 atau air kapur. Pasta gigi mengandungBasa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.

Baca :

Demikianlah info Sifat Asam Basa dan Garam dari admin artikelind.com, semoga bermanfaat. [Ai]

Sifat Asam Basa dan Garam, Teori Pengertian | Admin | 4.5