Penggolongan Teknik Non Tes, Wawancara (Interview)

Penggolongan Teknik Non Tes, Wawancara (Interview) – Wawancara atau interview merupakan salah satu alat penilaian nontes yang digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan responden dengan jalan Tanya jawab sepihak. Atau dengan kata lain wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan Tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Dikatakan sepihak karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kegiatan wawancara itu hanya berasal dari pihak pewawancara saja, sementara responden hanya bertugas sebagai penjawab (Pertanyaan hanya diajukan oleh subjek evaluasi)

Penggolongan Teknik Non Tes, Wawancara (Interview)

Wawancara (Interview)

Wawancara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

  1. Interview bebas (tak berstruktur/tak terpimpin), dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi (tanpa terikat oleh ketentuan-ketentuan yang telah dibuat oleh pewawancara)
  2. Interview terpimpin (terstruktur), yaitu interview yang dilakukan oleh subjek evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu. Jadi dalam hal ini, responden pada waktu menjawab pertanyaan tinggal memilih jawaban yang sudah dipersiapkan oleh penanya. Pertanyaan itu kadang-kadang bersifat sebagai yang memimpin, mengarahkan, dan penjawab sudah dipimpin  oleh sebuah daftar cocok, sehingga dalam menuliskan jawaban, ia tinggal membubuhkan tanda cocol ditempat yang sesuai dengan keadaan responden.

Sebagai alat penilaian, wawancara dapat dapat digunakan untuk menilai hasil dan proses belajar. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam melaksanakan wawancara, yakni:

  • Tahap awal pelaksanaan wawancara bertujuan untuk mengondisikan situasi wawancara. Buatlah situasi yang mengungkapkan suasana keakraban sehingga siswa tidak merasa takut, dan ia terdorong untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas dan benar atau jujur.
  • Penggunaan pertanyaan, setelah kondisi awal cukup baik, barulah diajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan tujuan wawancara. Pertanyaan diajukan secara bertahap dan sistematis berdasarkan rambu-rambu atau kisi-kisi yang telah dibuat sebelumnya.
  • Pencatatan hasil wawancara, hasil wawancara sebaiknya dicatat saat itu juga supaya tidak lupa.

Sebelum melaksanakan wawancara perlu dirancang pedoman wawancara. Pedoman ini disusun dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:

  • Tentukan tujuan yang ingin dicapai dari wawancara.
  • Berdasarkan tujuan diatas tentukan aspek-aspek yang akan diungkap dalam wawancara tersebut.
  • Tentukan bentuk pertanyaan yang akan digunakan, yang bentuk berstruktur ataukah bentuk terbuka.
  • Buatlah bentuk pertanyaan yang sesuai dengan analisis (c) diatas, yakni membuat pertanyaan yang yang berstruktur atau yang bebas.

Ada baiknya dibuat pula pedoman mengolah dan menafsirkan hasil wawancara, baik pedoman wawncara terpimpin atau untuk wawancara bebas.

Contoh pedoman wawancara bebas:

Tujuan                 :    Memperoleh informasi mengenai cara belajar yang  dilakukan  oleh  siswa di rumahnya.

Bentuk                 :    Wawancara bebas

Responden         :    Sisawa yang memperoleh hasil belajar cukup tinggi.

Nama siswa        :    …………………………………………………………

Kelas\semester  :   ………………………………………………………….

Jenis kelamin      :  ………………………………………………………….

Pertanyaan guruJawaban siswaKomentar dan kesimpulan hasil wawancara
1. Kapan dan berapa lama anda belajar di rumah?

2. Bagaimana cara anda mempersiapkan diri untuk belajar secara efektif?

3. Kegiatan apa yang anda lakukan pada waktu mempelajari bahan pelajaran?

4. Seandainya anda mengalami kesulitan dalam mempelajarinya, usaha apa yang anda lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

5. Dst.

Keuntungan wawancara yaitu :

  1. Wawancara dapat memberikan keterangan keaadan pribadi hal ini tergantung pada hubungan baik antara pewawancara dengan objek
  2. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya
  3. Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi
  4. Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan dengan observasi dan angket.
  5. Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan objek.

Sedangkan Kelemahan wawancara sebagai alat penilain :

  1. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu yang diwawancarai
  2. Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan Wawancara (Interview)
  3. Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari pewawancara
  4. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil wawancara.

Demikianlah info Penggolongan Tehnik Non Tes ; Wawancara (Interview) dari admin artikelind.com, semoga bermanfaat. [Ai]

Penggolongan Teknik Non Tes, Wawancara (Interview) | Admin | 4.5