Tuhan dalam Otak Manusia

Tuhan dalam Otak Manusia – Tuhan dalam Otak Manusia : Mewujudkan Kesehatan Spiritual Berdasarkan Neurosains merupakan sebuah juduk buku karangan Pakar neurosains asal Manado Dr dr Taufiq Pasiak MPd Mkes.

“Inti dari buku ini adalah spiritualitas itu memiliki efek mengoptimalkan kesehatan, menumbuhkan integritas dan merupakan jalan bagi kebahagiaan,” kata dosen di Fakultas Kedokteran Unsrat Manado tersebut, Senin.

Buku ini membahas sebuah wacana baru dalam bidang kedokteran, yaitu kesehatan spiritual.

Penulis memaparkan perkembangan-perkembangan sains, di antaranya disiplin baru neurosains spiritual, yang menunjukkan hubungan erat antara spiritualitas, cara kerja otak, dan kesehatan.

Dalam buku ini pembaca akan menemukan informasi-informasi berharga tentang definisi dan urgensi kesehatan spiritual, hubungan antara otak dan sikap keberagamaan, pengaruh keimanan terhadap kesehatan dan contoh-contoh pengukuran ilmiah tentang tingkat spiritualitas.

Tuhan dalam Otak Manusia

Tuhan dalam Otak Manusia

 

Dengan membaca buku ini pembaca akan memahami cara kerja otak dalam kehidupan beragama, cara-cara meningkatkan kualitas spiritualitas, peran makna hidup terhadap kesehatan, dan langkah-langkah mencapai kesehatan spiritual.

Menanggapi peluncuran buku tersebut, Ketua Departemen/SMF Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unair/RSUD Dr Soetomo Surabaya dr Sasanti Yuniar Sp.KJ(K) mengatakan buku ini luar biasa karena menguraikan apa yang kita sadari, tetapi tidak kita perhatikan, yakni kesehatan spiritual.

Negara kita membutuhkan orang-orang yang betul-betul sehat secara spritual agar nantinya ketika mereka duduk di sebuah jabatan tidak melakukan KKN. Sungguh negara kita sangat membutuhkan orang-orang seperti ini, akan tetapi orang yang sehat secara spritual sangat jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memperbaiki kesehatan spritual yang perlu pertama kita benahi menurut saya adalah dunia pendidikan. Di sini yang perlu diperbaiki adalah orang-orang yang duduk atau memiliki jabatan di instansi ini. Dan yang memegang perawanan yang sangat signifikan adalah tingkat Universitas.

Baca juga :

Sekolah dimulai dari SD, SMP, SMA dan selanjutnya Universitas. Guru saya ketika masih SD, SMP, dan SMA menurut saya orang-orang yang betul-betul bertanggun jawab dan tidak membeda-bedakan kami selaku siswa. Tapi ketika duduk di tingkat Universitas, banyak sekali perlakuan yang tidak adil. Harapan saya bagi generasi sekarang janganlah bertindak dan berlaku seperti pendahulu-pendahulu kalian, berbuatlah jauh lebih baik dan jauh lebih spritual.[Ai]

Tuhan dalam Otak Manusia | admin | 4.5