Tes Pemahaman sebagai Alat Evaluasi

Tes Pemahaman sebagai Alat Evaluasi – Ada bermacam-macam rumusan tentang tes. Wayan Nurkancana (dalam Abdul Haling, 2006:109) :

Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh pebelajar, sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi pebelajar tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh pebelajar lain atau dengan nilai standar yang ditetapkan.

Selanjutnya pengertian tes menurut Suharsimi Arikunto (1993:30) adalah sebagai berikut : Tes merupakan alat pengumpul informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat lain, tes ini bersifat lebih resmi karena penuh dengan batasan-batasan.

Nana Sudjana (2008:35) merumuskan pengertian tes sebagai berikut : Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan).

Apabila dikaitkan dengan evaluasi yang dilakukan di sekolah, khususnya di suatu kelas, maka tes mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengukur pemahaman peserta didik dan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran. Tes dibuat dalam rangka mengevaluasi materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru kepada peserta didik. Penyusunan tes yang akan digunakan didasarkan pada kemampuan yang akan diukur dari peserta didik. Untuk mengukur kemampuan pemahaman peserta didik akan materi yang telah diajarkan dibuat tes pemahaman yang memiliki karakteristik tertentu.

Apabila soal ingatan dapat dijawab dengan melihat buku atau catatan, tidaklah demikian untuk soal pemahaman. Untuk menjawab pertanyaan pemahaman siswa dituntut hafal sesuatu pengertian kemudian menjelaskan dengan kalimat sendiri. Atau siswa memahami dua pengertian atau lebih kemudian memahami dan menyebutkan hubungannya. Jadi dalam menjawab pertanyaan pemahaman siswa selain harus mengingat juga berpikir. Oleh karena itu pertanyaan pemahaman lebih tinggi daripada ingatan (Suharsimi Arikunto, 2005:156).

Menurut Nana Sudjana (2008: 25), karakteristik soal-soal pemahaman sangat mudah dikenal. Misalnya mengungkapkan tema, topik, atau masalah yang sama dengan yang pernah dipelajari atau diajarkan, tetapi materinya berbeda. Mengungkapkan tentang sesuatu dengan bahasa sendiri dengan simbol tertentu termasuk ke dalam pemahaman terjemahan. Dapat menghubungkan hubungan antar unsur dari keseluruhan pesan suatu karangan termasuk ke dalam pemahaman penafsiran. Item ekstrapolasi mengungkapkan kemampuan di balik pesan yang tertulis dalam suatu keterangan atau tulisan.

Baca :

Pertanyaan pemahaman menuntut peserta didik mendemonstrasikan bahwa ia mempunyai pengertian yang memadai untuk mengorganisasikan dan menyusun secara mental. Untuk dapat menjawab pertanyaan ini peserta didik harus memiliki fakta yang berarti. Dengan demikian ia harus berbuat lebih daripada mengingat. Ia harus mampu menangkap suatu makna dan menjelaskan makna tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri. Kata operasional kemampuan memahami antara lain: mengubah (misalnya: mengubah satuan), memberi alasan, mengapa, menjelaskan, membedakan, memberi contoh lain, mendeskripsikan dengan kata-kata sendiri, meramalkan (atas dasar sebab akibat), dan merangkum.

Demikianlah info Tes Pemahaman sebagai Alat Evaluasi dari admin artikelind.com, semoga bermanfaat. [Ai]

Tes Pemahaman sebagai Alat Evaluasi | admin | 4.5