Beberapa Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri

Beberapa Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri – Besok Insya Allah kita akan melaksanakan Shalat Idul Fitri, hari kemenangan bagi orang-orang yang beriman. Hari yang hanya datang 1 kali dalam setahun, sehingga hari ini begitu spesial. Sangat disayangkan jika kita melewatkan hari penuh kemenangan dengan cara yang biasa. Bukan dengan cara bakar petasan atau hal-hal tidak berfaedah lainnya. Tapi dilakukan dengan cara luar biasa dengan mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri

Bagi anda yang ingin memaksimalkan momen Shalat Idul Fitri dengan baik sesuai Sunnah, berikut Beberapa Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri yang bisa anda lakukan.

Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri

Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri

Mandi Sebelum Shalat Idul Fitri

Disunnahkan bersuci dengan mandi untuk hari raya karena hari itu adalah tempat berkumpulnya manusia untuk sholat. Namun, apabila hanya berwudhu saja, itu pun sah. (Ahkamul Shalat Idul Fitriain, Dr. Abdulloh At Thoyyar – edisi Indonesia). Dari Nafi’, bahwasanya Ibnu Umar mandi pada saat ‘Shalat Idul Fitriul fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk sholat (HR. Malik, sanadnya shohih). Berkata pula Imam Sa’id bin Al Musayyib, “Hal-hal yang disunnahkan saat Shalat Idul Fitriul Fitri (di antaranya) ada tiga: Berjalan menuju tanah lapang, makan sebelum sholat ‘Shalat Idul Fitri, dan mandi.” (Diriwayatkan oleh Al Firyabi dengan sanad shohih, Ahkamul Shalat Idul Fitriain, Syaikh Ali bin Hasan).

Makan Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri

Disunnahkan makan  sebelum melaksanakan Shalat Idul Fitriul Fitri. Hal ini berdasarkan hadits dari Buroidah, bahwa beliau berkata:

“Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Shalat Idul Fitriul Fitri sampai beliau makan dan pada Shalat Idul Fitriul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan).

Imam Al Muhallab menjelaskan bahwa hikmah makan sebelum sholat saat ‘Shalat Idul Fitriul Fitri adalah agar tidak ada sangkaan bahwa masih ada kewajiban puasa sampai dilaksanakannya sholat ‘Shalat Idul Fitriul Fitri. Seakan-akan Rosululloh mencegah persangkaan ini. (Ahkamul Shalat Idul Fitriain, Syaikh Ali bin Hasan).

Memperindah (berhias) Diri pada Hari Raya Idul Fitri

Dalam suatu hadits, dijelaskan bahwa Umar pernah menawarkan jubah sutra kepada Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam agar dipakai untuk berhias dengan baju tersebut di hari raya dan untuk menemui utusan. (HR. Bukhori dan Muslim). Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam tidak mengingkari apa yang ada dalam persepsi Umar, yaitu bahwa saat hari raya dianjurkan berhias dengan pakaian terbaik, hal ini menunjukkan tentang sunnahnya hal tersebut. (Ahkamul Shalat Idul Fitriain, Syaikh Ali bin Hasan). Perlu diingat, anjuran berhias saat hari raya ini tidak menjadikan seseorang melanggar yang diharamkan oleh Alloh, di antaranya larangan memakai pakaian sutra bagi laki-laki, emas bagi laki-laki, dan minyak wangi bagi kaum wanita.

Ibnul Qayyim mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.” [Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, 1/425.]

Berbeda Jalan antara Pergi ke Tanah Lapang dan Pulang darinya

Disunnahkan mengambil jalan yang berbeda tatkala berangkat dan pulang, berdasarkan hadits dari Jabir, beliau berkata, “Rosululloh membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) saat Shalat Idul Fitriul fitri.” (HR. Al Bukhori). Hikmahnya sangat banyak sekali di antaranya, agar dapat memberi salam pada orang yang ditemui di jalan, dapat membantu memenuhi kebutuhan orang yang ditemui di jalan, dan agar syiar-syiar Islam tampak di masyarakat. (Ahkamul Shalat Idul Fitriain, Syaikh Ali bin Hasan).

Bertakbir ketika keluar hendak SShalat Idul Fitri

Dalam suatu riwayat disebutkan :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” [Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.]

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘Shalat Idul Fitri (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).” [Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/279). Hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ (3/123)]

Di antara lafazh takbir adalah,

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya)”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa lafazh ini dinukil dari banyak sahabat, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa lafazh ini marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikhul Islam juga menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar“, itu juga diperbolehkan.

Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat Shalat Idul Fitri

Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman.

Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas (yang ketika itu masih kecil) pernah ditanya,

“Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘Shalat Idul Fitri bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.” [HR. Bukhari no. 977.]

Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat

Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘Shalat Idul Fitri dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“ [HR. Ibnu Majah no. 1295. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.]

Baca :

Demikianlah Beberapa Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri yang bisa admin artikelind.com bagikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan berkah serta semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan keistimewaan oleh Allah untuk merayakan Idul Fitri bukan Lebaran. Amin…[Ai]

Beberapa Sunnah sebelum Shalat Idul Fitri | admin | 4.5