“Silicon Valley” Indonesia Dibangun Sinarmas Land

“Silicon Valley” Indonesia Dibangun Sinarmas Land – Selain kawasan bisnis, kini kawasan digital juga mulai dikembangkan oleh beberapa pengembang di Indonesia. Seperti di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat kawasan-kawasan serupa sudah mulai direncanakan untuk dibangun di Indonesia. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil misalnya, sudah menyebut akan membangun kawasan serupa Silicon Valley di Gede Bage Bandung.“Silicon Valley” Indonesia Dibangun Sinarmas Land

Pengembang Sinarmas Land secara resmi juga sudah mengumumkan pembangunan kawasan Digital Hub di selatan Office Park BSD City, Tangerang Selatan. Kini semua sektor ekonomi dan juga kebutuhan masyarakat akan teknologi sudah mulai meningkat. Dan hal tersebut memicu alasan dibangunnya kawasan ini yang nantinya akan diharapkan akan memiliki infrastruktur teknologi dengan fasilitas legap dan lokasi yang strategis.

Diklaim sebagai Silicon Valley-nya Indonesia, kawasan ini akan ditujukan untuk perusahaan teknologi digital mulai dari perusahaan rintisan atau start up, perusahaan besar teknologi, hingga berbagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang teknologi dan informasi.

Digital Hub ini merupakan inovasi yang dikembangkan untuk tujuan agar BSD City menjadi pionir kota pinta reintegrasi di Indonesia. Dibangun di kawasan seluas lebih dari 25 hektar, Digital Hub juga akan berisi pusat penelitian beragam tipe usaha teknologi kreatif contohnya bidang animasi, film dan 3D. Kawasan ini juga diharapkan menjadi tonggak perkembangan BSD City.

Pomeroy Studio yang merupakan biro arsitektur asal Singapura akan mengembangkan kawasan ini. Mereka mengklaim telah berpengalaman merancang arsitektur hijau. Rancangan eco project akan berkonsep kampus pengetahuan dengan berbagai kemudahan akses. Transportasi hijau, fasilitas rekreasi, ruangan-ruangan pengetahuan dan peristiwa serta konduktivitas digital dikembangkan untuk meningkatkan kualitas produktivitas di kawasan tersebut.

Sinarmas sendiri hingga rela menggelontorkan dana fantastis untuk mengembangkan kawasan ini. Tidak kurang dari Rp 3 triliun rupiah dana digelontorkan untuk membangun kawasan yang diharapkan dapat membantu pembangunan infrastruktur teknologi di Indonesia ini. Digital Hub sendiri rencananya akan memakan waktu pembangunan yang tidak bentar dan baru akan di mulai pada tahun 2017 nanti.[Ai]