Sejarah Tahunan Penentuan 1 Syawal

Sejarah Tahunan Penentuan 1 Syawal – Masih kental dalam ingatan kita 1 tahun yang lalu pada saat penentuan 1 syawal 1432 H, riuh pikuk terjadi di sidang penentuan syawal. Sebuah sejarah tahunan yang selalu menarik untuk disimak dan dinantikan. Apakah hal serupa akan terjadi lagi, lebaran Idul Fitri dilaksanakan selama 3 hari, sebuah fenomena tahunan yang sangat unik.

Sejarah Tahunan Penentuan 1 Syawal

Sejarah Tahunan Penentuan 1 Syawal

Perbedaan satu hari lebaran mungkin masih wajar akan tetapi beda 2 hari mungkin itu yang agak ganjil, bagaimana mungkin bulan baru bisa dilihat pada 2 waktu berbeda?. Secara jelas dan gamblang Rasulullah SAW dalam haditsnya :

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang bulan Ramadhan lalu Beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan pula kalian berbuka hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari ‘Abdullah bin Dinar dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Satu bulan itu berjumlah dua puluh sembilan malam (hari) maka janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlahnya menjadi tiga puluh”.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, aku mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, atau katanya Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Berpuasalah kalian dengan melihatnya (hilal) dan berbukalah dengan melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Sya’ban menjadi tiga puluh”.

Islam adalah agama yang mudah tidak mempersulit bagi penganutnya, akan tetapi pada saat penentuan 1 syawal terjadi perbedaan dari beberapa kelompok kaum muslim di Indonesia dalam hal penentuan 1 syawal. Padahal hadits yang digunakan sama akan tetapi tetap saja hari lebaran jatuh pada hari yang berbeda. Kok bisa ya??

Akan sejarah tahunan penentuan 1 syawal 1432 H akan terulang kembali di penentuan 1 syawal 1433 H, menarik untuk ditunggu.

Tapi sebagai kaum muslim hendaknya kita saling menghargai dan menghormati, janganlah kita saling menyalahkan. Kelompok A salah kelompok B benar atau pun sebaliknya, selama kita memiliki pegangan dan keyakinan masing-masing yang kuat.

Baca juga :

 

Jangan karena sebuah perbedaan, tali silatu rahim antara kita terputus. Perbedaan itu indah, selama kita bisa menghargai dan menghormati perbedaan tersebut. Sejarah tahunan penentuan 1 syawal 1432 H akan berulang di penentuan syawal 1433 H bukanlah hal besar yang perlu kita gembor-gemborkan. Yang paling penting adalah kita telah menjalani bulan ramadhan dengan amaliah-amaliah ramdhan dan mudah-mudahan semua amalalan kita diterima di sisi-Nya dan kita kembali Fitrah (suci) di hari Raya Idul Fitri.

Artikel Bagus Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.[Ai]

Sejarah Tahunan Penentuan 1 Syawal | admin | 4.5