Pengertian Pusat Biaya dan Jenis Pusat Biaya

Pengertian Pusat Biaya – Pusat Biaya adalah tempat dalam organisasi (divisi, departemen, bagian, atau seksi) dimana biaya tertentu dikumpulkan menurut tempat terjadinya yang meliputi keseluruhan biaya yang dibebankan untuk aktivitas usaha, dan biaya-biaya inilah menjadi tanggungjawab manajer yang memimpin pusat biaya terebut. Menurut Supriyono (2001:25), “ pusat biaya adalah suatu pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar biaya dan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.”

Pengertian Pusat Biaya

Pengertian Pusat Biaya

Sebagaimana pusat pertanggungjawaban lainnya, pusat biaya juga mengkonsumsi masukan dan menghasilkan keluaran, namun keluaran pusat biaya tidak diukur dalam bentuk pendapatan. Kemampuan dalam mengendalikan biaya sesuai dengan rencana merupakan ukuran prestasi manajer pusat biaya. Pusat biaya dapat merupakan bagian yang relatif kecil dengan jumlah orang yang sedikit, tapi dapat juga merupakan bagian besar seperti pabrik secara keseluruhan.

Jenis-jenis Pusat Biaya

Atas dasar karakteristik hubungan antara masukan dan keluarannya pusat biaya  digolongkan menjadi :

a. Pusat Biaya Teknis (enginereed cost center)

Menurut Suadi (2001:50),”pusat biaya teknis adalah pusat biaya yang sebagian besar biayanya dapat ditentukan dengan pasti karena biaya tersebut berhubungan erat dengan volume kegiatan pusat biaya tersebut.” Contoh pusat biaya teknis dinilai atas dasar kemampuan pusat biaya tersebut dalam mencapai volume produksi yang diharapkan pada tingkat kualitas dan waktu tertentu.

Baca : Definisi dan Jenis-jenis Pusat Pertanggungjawaban

Pusat biaya teknis bertugas menangani biaya-biaya enginereed, yaitu biaya-biaya yang dapat diukur secara pasti karena menunjukkan hubungan yang nyata dan erat masukan (biaya) dan keluaran (produk) yang dihasilkan.

b. Pusat Biaya Kebijakan (discretionery cost center)

Menurut Suadi (2001:50),”pusat biaya kebijakan adalah pusat biaya yang sebagian besar biayanya tidak berhubungan erat dengan volume kegiatan pusat biaya tersebut, jumlah biaya yang tepat untuk kegiatan pusat biaya kebijakan ditentukan berdasarkan kebijakan manajemen.” Contoh pusat biaya kebijakan ada bagian akuntansi, personalia, administrasi dan umum.

Pusat biaya kebijakan dapat diukur efektivitasnya dengan cara menilai kontribusinya terhadap tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Pengukuran prestasi manajer pusat administrasi dan umum, personalia dengan menggunakan laporan pertanggungjawaban biaya yang membandingkan antara biaya sesungguhnya dengan anggarannya, selisih atau varians tersebut dapat menguntungkan (favourable) yang berarti pusat biaya kebijakan tersebut bekerja secara efektif dan tidak menguntungkan (unfavourable) yakni pusat biaya bekerja tidak efektif.

Biaya terkendali dan Biaya tidak terkendali

Biaya yang terjadi dalam suatu pusat pertanggungjawaban tidak selalu sebagai akibat dari keputusan yang diambil oleh manajer pusat pertangunggjawaban yang bersangkutan,  karena tidak semua biaya yang terjadi dalam suatu pusat pertanggungjawaban dapat dikendalikan oleh manajer yang bersangkutan, oleh sebab itu di dalam pengumpulan dan pelaporan biaya setiap pusat pertanggungjawaban, harus dipisahkan antara  biaya-biaya yang terkendali dengan tidak terkendali. Hanya biaya-biaya terkendali oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang disajikan dalam laporan biaya dan diminta pertanggungjawaban dari padanya, sehingga akuntansi pertanggungjawaban biasanya menitik beratkan pada pertanggungjawaban biaya pusat pertanggungjawaban.

Baca : Unsur-unsur Gaji dan Upah

Pos-pos yang terkendali adalah biaya-biaya yang besar kecil realisasinya dapat dikendalikan oleh manajer pusat biaya, oleh karena itu penyimpangan antara anggaran dengan realisasi harus dipertanggungjawabkan oleh manajer yang bersangkutan, sedangkan pos-pos biaya yang tidak terkendali adalah biaya-biaya yang besar kecilnya tidak dapat dikendalikan olah manajer pusat biaya karena besar kecilnya biaya-biaya tersebut dipengaruhi atau tergantung kepada biaya-biaya dan pendapatan lain.

Menurut Suadi (2001:15), biaya tidak terkendali dapat diubah menjadi biaya terkendali melalui dua cara :

  1. mengubah biaya dari biaya tidak langsung yang pembebanannya melalui proses alokasi ke biaya langsung yang pembebanannya secaralangsung pada pusat pertanggungjawaban.
  2. mengubah wewenang dan tanggungjawab pengambilan keputusan biaya, biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan dasar pembebanan yang sederhana tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan sehingga biaya tersebut merupakan biaya tidak terkendali bagi manajer tersebut, untuk mengubahnya menjadi biaya terkendali biaya tersebut harus dibebankan sedemikian rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu sehingga biaya tersebut dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Pengubahan biaya tidak terkendali menjadi biaya terkendali dapat pula dilakukan dengan cara mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak kepada manajemen pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan, dengan demikian manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu, dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak, maka manajer pusat pertanggungjawaban tersebut akan berada dalam posisi yang mempengaruhi biaya tersebut secara signifikan dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban, semua biaya yang terkendalikan oleh manajer tingkat bawah, dipandang juga terkendalikan oleh manajer pertanggungjawaban yang dibawahinya. [Ai]

Pengertian Pusat Biaya dan Jenis Pusat Biaya | admin | 4.5