Pengertian Koperasi dan Jenis-jenis Bantuan terhadap Koperasi

Pengertian Koperasi – Koperasi adalah badan usaha yang berangggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar asas kekeluargaan. Bidang usaha koperasi ada terdiri dari beberapa bidang yaitu Koperasi Konsumsi, adalah Koperasi yang bergerak dibidang usaha pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Koperasi Produksi, adalah koperasi yang bergerak dibidang pembuatan barang. Koperasi Simpan Pinjam (KSP), adalah koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam. Koperasi Jasa, Adalah koperasi yang bergerak dibidang pelayanan jasa.

Pengertian Koperasi dan Jenis-jenis Bantuan terhadap Koperasi

Pengertian Koperasi

 

Koperasi Pemasaran, adalah koperasi yang beranggotakan orang-orang dengan profesi dibidang pemasaran barang-barang dagang. Koperasi Serba Usaha, Koperasi ini bergerak diberbagai bidang usaha, mulai dari bidang konsumsi, produksi, simpan pinjam maupun jasa.

Organisasi Koperasi,Pengorganisasian menghasilkan suatu susunan tugas atau tanggung jawab yang terdiri dari bagian-bagian yang terintegrasikan melalui hubungan antarbagian dalam koperasi. Organisasi koperasi terdiri dari:

  1. Anggota
  2. Rapat Anggota
  3. Pengurus
  4. Dewan Pemeriksa/Pengawas
  5. Penasehat
  6. Manajer
  7. Kepala Bagian
  8. Karyawan.

Pengelolaan Koperasi. Agar koperasi bisa berjalan dengan lancar, perlu dijalankan dengan profesional dan melibatkan unsur-unsur antara lain rapat anggota, pengurus, dan badan pengawas. Rapat anggota, Merupakan ukuran ke berhasilan koperasi dari waktu ke waktu. Pengurus koperasi, Orang yang mengurus anggaran dasar atau anggaran rumah tangga koperasi.

Pengawas koperasi, Pengawas koperasi dibentuk untuk tujuan-tujuan sebagai berikut: Memberikan bimbingan kepada pengurus dan pengelola koperasi serta mencegah terjadinya penyelewengan. Menilai hasil kerja pengurus dengan rencana yang sudah ditetapkan.

Pengelola / Manajer Koperasi, Peranan manajer koperasi antara lain meliputi : Sebagai pelaksana dibidang usaha dan bertanggung jawab kepada pengurus koperasi. Sebagai pelaksana kebijakan pengurus. Menetapkan struktur organisasi dan manajemen koperasi serta menjamin kelangsungan usaha. Dapat berkerja terus selama tidak bertentangan dengan anggaran dasar(AD) dan keputusan rapat anggota, sekalipun ada penggantian pengurus. Mengembalikan sikap percaya atas kekuatan dan kemampuan koperasi sendiri dalam kegiatan-kegiatan.

Pembentukan Koperasi, untuk membentuk koperasi, rapat pembentukan sekurang-kurangnya harus dihadiri oleh 20 orang untuk koperasi primer dan sekurang-kurangnya 3 koperasi untuk koperasi sekunder. Para pendiri mengajukan permintaan pengesahan secara tertulis kepada Kantor Departemen Koperasi dengan dilampiri : Akta pendirian/anggaran dasar koperasi dalam rangkap dua. Berita acara pembentukan Surat bukti penyetoran modal. Rencana awal kegiatan usaha koperasi.

Jenis-Jenis Bantuan Terhadap Koperasi

Sebagai badan usaha kerakyatan yang berbasis asas kekeluargaan dan gotong royong, maka perkembangan koperasi mendapat bantuan dari pemerintah. Apa saja peran dan bantuan pemerintah dalam perkoperasian. Berikut penjelasan dan jenis bantuan pemerintahan dalam dunia koperasi Indonesia.

Bantuan dalam Legitimasi Hukum

Bantuan ini diberikan dalam pembentukan undang undang perkoperasian. Dalam Undang Undang ini , dibantuk dengan pemberian pedoman dan pelaksanaan koperasi. Contoh Undang Undang perkoperasian adalah UU no 12 tahun 1967.

Lebih lanjut mengenai koperasi akan ditunjang campur tangan pemberdayaan pemerintah melalui peraturan pemerintah dan keputusan pemerintah. Termasuk Permen (Peraturan Menteri) terutama menteri Koperasi.

Bantuan dalam Edukasi dan Pembinaan

Bantuan ini berbentuk bimbingan baik itu jangka pendek ataupun jangka panjang. Bimbingan tersebut bertujuan untuk meningkatakn pertumbuhan dan perkembangan koperasi melalui penyuluhan dan seminar umum.

Pemberian pelatihan dan penyuluhan diusahan semerta mungkin. Tidak memandang jenis kelamin atau status. Kemudian serta jugaperan pemerintah dalam pengawasan. Dengan pengawasan disebutkan pemerintah membantuk administratif dan auditing.

Baca :

Bantuan Moril dan Kredit

Peran pemerintah adalah memberikan dorongan dan menfasilitasi koperasi. Ini juga meliputi pemberian subsidi serta keringan.

Pada bidang kredit, pemerintah membantu melalui bantuan finansial. Baik itu berupa bantuan langsung atau pinjaman. Ini akan memperkuat basis modal koperasi di Indonesia. [Ai]