Modal Koperasi

Friday, February 17th, 2017 - Ekonomi

Modal Koperasi – Sudahkan Anda memahami materi mengenai pengertian dan lambang koperasi, landasan dan tujuan pembentukan koperasi, serta syarat menjadi anggota koperasi dan cara pendirian koperasi? Setelah semua hal tersebut, bagaimanakah koperasi menjalankan usahanya? Dari manakah ia memperoleh modal? Bukankah dalam mengelola usaha setiap orang atau badan usaha pasti memerlukan modal? Begitu pula dengan koperasi. Modal sangat diperlukan dalam menjalankan usaha koperasi. Mengapa? Pada dasarnya usaha koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya dan masyarakat sekitarnya. Cara mendapatkan modal bagi koperasi sudah ditentukan dalam Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992 Pasal 41, bahwa modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Apakah modal sendiri dan modal pinjaman itu?

Modal Koperasi

Modal Koperasi

 

Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah. Perhatikan penjelasan masing-masing berikut ini!

a. Simpanan Pokok

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok untuk setiap anggota besarnya sama. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.

Misalnya, dalam anggaran dasar koperasi telah ditetapkan sebesar Rp20.000,00. Ini berarti, semua orang yang telah terdaftar sebagai anggota koperasi masing-masing memasukkan modal ke dalam koperasinya sebesar Rp20.000,00.

b. Simpanan Wajib

Simpanan wajib adalah simpanan yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Jumlah simpanan wajib tidak harus sama besarnya bagi masing-masing anggota.

Simpanan wajib hanya boleh diminta kembali dengan cara dan waktu yang telah ditentukan.

c. Dana Cadangan

Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha. Tujuan adanya dana cadangan adalah untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

d. Hibah

Hibah berasal dari pemberian sukarela oleh perorangan, kolektif, atau lembaga.

Untuk mengembangkan usahanya, koperasi dapat menggunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan dan kelangsungan usahanya. Modal pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lain, bank, dan lembaga keuangan lainnya. Masing-masing sumber modal tersebut, dijelaskan berikut ini.

a. Anggota

Pinjaman yang diperoleh dari anggota, termasuk calon anggota yang memenuhi syarat.

b. Koperasi Lainnya dan/atau Anggotanya

Pinjaman dari koperasi lainnya dan/atau anggotanya didasari dengan perjanjian kerja sama antarkoperasi.

c. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. Penerbitan Obligasi dan Surat Utang Lainnya

e. Sumber Lain yang Sah

Sumber lain yang sah adalah pinjaman dari bukan anggota yang dilakukan tidak melalui penawaran secara umum.

Modal Koperasi | admin | 4.5
Leave a Reply