Menikah adalah Sunah Nabi, Pacaran Sunah Siapa?

Menikah adalah Sunah Nabi, Pacaran Sunah Siapa? – Siapa sih yang nggak pingin menikah? Apalagi untuk usia-usia yang terbilang udah waktunya untuk nikah, pasti nih mereka bakal lebih kepingin lagi ketika dia melihat teman atau bahkan sahabatnya sendiri menikah mendahuluinya. Mungkin akan timbul sedikit rasa kecemburuan dalam hatinya karena memang menikah adalah masa depan untuk kita.

Menikah adalah Sunah Nabi, Pacaran Sunah Siapa?

Menikah adalah Sunah Nabi, Pacaran Sunah Siapa?

 

Siapa sih yang nggak pingin menikah? Apalagi untuk usia-usia yang terbilang udah waktunya untuk nikah, pasti nih mereka bakal lebih kepingin lagi ketika dia melihat teman atau bahkan sahabatnya sendiri menikah mendahuluinya. Mungkin akan timbul sedikit rasa kecemburuan dalam hatinya karena memang menikah adalah masa depan untuk kita.

Jadi wajar aja nih kalau orang yang udah waktunya nikah terus ngliat temennya nikah jadi pingin cepet-cepet nikah juga hehe…

Menikah itu memang sebuah sunnah nabi yang berpahala sangat besar jika memang dilaksanakan denagn benar-benar niat karena Allah. Namun menikah itu bukan hal yang remeh karena dengan menikah barulah kita dikatakan seperti orang yang baru tahu kehidupan dunia. Semua diawalai dari nol lagi, kita ditunutut untuk bisa mengatur rumah tangga sendiri, harus belajar menjadi orang yang lebih dewasa lagi, tidak lagi ada fikiran untuk bermain bersama teman-teman lagi. Dan ketika ingin menikah kita juga harus siap segalanya siap umurnya,siap mentalnya, siap batinnya, dan juga siap batinnya.

Seperti yang sudah disabdakan nabi dalam hadist, yang isinya “Hai para pemuda, apabila diantara kamu mampu untuk kawin, hendaklah ia kawin, sebab kawin itu lebih kuasa untuk menjaga mata dan kemaluan, dan barang siapa tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa sebab puasa itu menjadi penjaga baginya”.

Selain sebagai penjagaan, dengan menikahpun kita bisa sering mendapatkan banyak pahala, meskipun hal yang kita lakukan itu remeh, seperti contohnya saja wanita yang mencium tangan suaminya ketika suaminya akan berangkat kerja atau ketika akan melakukan hal-hal yang baik maka istri itu akan mendapatkan pahala 80 kali lipat, dibanding wanita biasa yang belum menikah.

Nah, jadi sudah jelaskan kalau menikah itu emang sunah nabi yang baik untuk kebaikan kita, selain itu berpahala juga buat kita. Tapi pertanyaannya sekarang ini, menikah kan sunnahnya nabi lalu kalau pacaran itu sunnah siapa ya ?? wahh yang pasti nih nggak mungkin kalau pacaran itu sunnahnya nabi juga. Iya nggak? Karena pacaran itu merupakan hal yang merujuk pada perzinaan sedangkan Allah saja melarang kita untuk mendekati hal-hal yang bisa membawa kita pada perzinaan. Pacaran juga akan membuat hilangnya kebarokahan cinta. Karena jika kita pacaran kemudian sampai nikah maka Allah akan mencabut kebarokahan dari pernikahan tersebut. Jadi, bisa diambil kesimpulannya nih kalau pacaran itu sunnah dari syetan yang harus dan wajib untuk kita hindari, agar kita juga bisa terhindar dari murkanya Allah.

Baca juga :

Jadi udah jelasakan kenapa sih kok sampai muncul pernyataan “nikah itu sunnahya nabi lah kalau pacaran sunnah siapa ya?” pernyataan itu sebenarnya digunakan sebagai kata sindiran agar kita sadar kalau sebenarnya pacaran itu dilarang oleh agama. Lebih baik menghalalkan sebuah percintaan langsung dengan cara menikah daripada menghalalkan percintaan diawali dengan pacaran.[Ai]

Menikah adalah Sunah Nabi, Pacaran Sunah Siapa? | Admin | 4.5
Leave a Reply