Tujuan Koperasi Sekolah, Syarat, Struktur Organisasi dan Manfaat

Koperasi Sekolah – Keberadaan koperasi di lingkungan masyarakat Indonesia tidak saja membantu meringankan beban ekonomi yang menghimpit rakyat Indonesia. Sesuai dengan tujuannya, koperasi berkeinginan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Karena itu, koperasi mulai dimasyarakatkan ke berbagai pelosok tanah air Indonesia. Termasuk juga dalam kalangan pendidikan, para pelajar, dan mahasiswa pun mulai belajar berorganisasi dalam koperasi. Koperasi yang ada dalam lingkup pelajar dinamakan koperasi sekolah. Demikian juga koperasi yang berada dalam lingkungan mahasiswa dinamakan dengan koperasi mahasiswa.

Koperasi Sekolah

Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa-siswa sekolah. Anggota koperasi disesuaikan dengan tempat organisasi itu berada. Jika berada di lingkungan pendidikan dasar maka anggotanya adalah siswa sekolah dasar, demikian pula pada tingkat pendidikan menengah dan atas.

Tujuan Pendirian Koperasi Sekolah

Meskipun koperasi ini tidak berbadan hukum namun pendiriannya tidaklah tanpa tujuan. Di dalam mendirikan koperasi ini harus mempunyai suatu tujuan tertentu guna kemajuan bagi siswasiswi di sekolah tersebut. Adapun tujuan koperasi sekolah, antara lain, sebagai berikut.

a. Mendidik dan menanamkan kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di antara para siswa.

b. Memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi bagi siswa.

c. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi siswa sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat.

d. Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.

e. Membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan berbagai kegiatan usaha.

Syarat-syarat Keanggotaan Koperasi Sekolah

Syarat-syarat keanggotaan koperasi adalah sebagai berikut.

a. Siswa di sekolah yang bersangkutan.

b. Setiap anggota mempunyai hak yang sama.

c. Setiap anggota wajib memenuhi dan melaksanakan ketentuan yang berlaku dalam koperasi.

d. Keanggotaan tidak bisa dipindahtangankan.

e. Keanggotaan koperasi dapat berakhir bila terjadi hal-hal seperti berikut ini.

  • Siswa meninggal dunia.
  • Siswa pindah ke sekolah lain.
  • Siswa berhenti sekolah karena lulus atau alasan lain.
  • Ketentuan lain yang ditetapkan dalam AD/ART.

Cara Pembentukan Koperasi Sekolah

Setelah tujuan pendirian koperasi sekolah ditetapkan maka dilakukan rapat anggota untuk melakukan pembentukan koperasi. Hal-hal yang terkait dalam pembentukan koperasi ini adalah sebagai berikut.

a. Melalui rapat anggota memilih pengurus

b. Pengurus membuat rencana kerja yang diajukan kepada RA untuk disetujui dan disahkan

c. Sebelum pengurus dapat bekerja sendiri, guru dapat duduk dalam kepengurusan

d. Pengurus mengajukan pengakuan koperasi kepada pejabat setempat (kantor departemen koperasi kabupaten/kotamadya) dengan terlampir:

  • Akta pendirian
  • Berita acara pendirian
  • Neraca awal
  • Daftar hadir peserta rapat pendirian

e. Surat keputusan pengakuan pendirian koperasi dikeluarkan oleh kepala kantor Departemen Koperasi Kotamadya/Kabupaten

Struktur Organisasi Koperasi Sekolah

Pengenalan dan pemasyarakatan koperasi sekolah dilakukan dengan jalan memasukkan pelajaran perkoperasian dalam kurikulum. Koperasi ini tidak berbadan hukum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi.

Untuk mengelola koperasi diperlukan pula suatu susunan organisasi koperasi sehingga akan terjalin kerja sama antaranggota atau bagian yang ada dalam koperasi.

Contoh struktur organisasi koperasi adalah sebagai berikut.

Koperasi Sekolah

Bagan struktur organisasi koperasi sekolah

Struktur organisasi koperasi sekolah tersebut menggambarkan adanya pembagian kerja sesuai jabatannya masing-masing. Masing-masing orang dengan jabatannya memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara optimal dan dapat menciptakan kerja sama antarpengurus koperasi dengan disertai pengelolaan manajemen yang baik sehingga koperasi dapat dijalankan sesuai dengan tujuan koperasi sekolah tersebut.

Modal Koperasi Sekolah

Selain pengelolaan organisasi koperasi, diperlukan pula pengelolaan modal yang baik. Dari manakah modal koperasi sekolah diperoleh? Modal di dalam koperasi berasal dari berikut ini.

  • Simpanan pokok, simpanan pokok hanya wajib dibayarkan sekali saat seseorang masuk menjadi anggota koperasi. Jumlahnya sama tiap anggota.
  • Simpanan wajib, wajib dibayar oleh setiap anggota koperasi dalam waktu tertentu. Jumlah yang diserahkan tidak sama bagi tiap anggota.
  • Hibah, berasal dari pemberian sukarela oleh perorangan, kolektif atau lembaga.
  • Dana cadangan, berasal dari penyisihan SHU yang digunakan sebagai modal serta untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  • Modal pinjaman, bisa dari anggota, koperasi lain, atau lembaga lainnya.

Jenis Usaha Koperasi Sekolah

Jenis usaha koperasi sekolah hendaknya dapat membantu siswa dalam menunjang proses belajar dan mempermudah siswa dalam mendapatkan perlengkapan untuk sekolah.

Jenis usaha koperasi, antara lain, sebagai berikut:

a. toko buku dan alat tulis,

b. fotokopi,

c. kantin, dan sebagainya.

Dalam mengelola usaha koperasi terdapat keterlibatan siswa sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk belajar berwirausaha.

Cara Pendirian Koperasi Sekolah

Langkah-langkah untuk mendirikan koperasi adalah sebagai berikut.

  • Guru pembina koperasi memanggil beberapa siswa yang dianggap memenuhi syarat untuk diajak berbicara tentang cara mendirikan koperasi.
  • Setelah mereka sepakat untuk mendirikan koperasi, para siswa mempersiapkan perencanaan pembentukannya.
  • Para siswa menghadap kepala sekolah untuk meminta restu, izin, dan pengarahan.
  • Para siswa pemrakarsa membuat undangan kepada wakil-wakil kelas yang terdiri atas minimal 5 orang dan menentukan tanggal pertemuan.
  • Panitia menyiapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sementara untuk dibahas dalam rapat pembentukan koperasi.
  • Kemudian panitia pembentukan koperasi menyiapkan undangan dan menyampaikan kepada kepala sekolah, pejabat koperasi setempat, camat setempat, kakanwil Depdiknas atau Kadinas, BP3 (POMB) serta calon anggota koperasi .
  • Setelah semua persiapan selesai maka pada tanggal yang telah ditentukan, dilaksanakanlah rapat pembentukan koperasi sekolah.

Rapat Pembentukan Koperasi Sekolah

Pada hari yang telah ditentukan panitia menyelenggarakan rapat yang dihadiri oleh para undangan yang disebutkan di atas tadi. Acara rapat dapat disusun sebagai berikut.

a. Ketua panitia membuka rapat pembentukan dengan mengutarakan maksud dan tujuan mendirikan koperasi sekolah.

b. Kepala sekolah memberikan sambutan yang bersifat pengarahan serta memberikan restu untuk mendirikan koperasi sekolah.

c. Pejabat koperasi memberikan sambutan mengenai penjelasan langkah-langkah pendirian koperasi sekolah.

d. Pemilihan pengurus koperasi dan badan pengawas koperasi sekolah harus dilakukan secara demokratis.

e. Pejabat koperasi mengambil sumpah pengurus yang terpilih untuk satu periode yang akan datang.

f. Rapat pleno anggota melakukan hal-hal berikut.

  • Pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah dibuat oleh panitia pendirian koperasi sekolah.
  • Pengesahan rencana kerja koperasi sekolah.
  • Pengesahan RAPB koperasi sekolah untuk dijadikan APB koperasi sekolah.
  • Pengesahan neraca awal.
  • Sambutan ketua koperasi sekolah terpilih.
  • Penutup, berupa doa penutup dan ramah tamah.

Manfaat Koperasi Sekolah

Tujuan utama pendirian usaha koperasi sekolah adalah meningkatkan kesejahteraan para anggota koperasi yang bersangkutan (para siswa). Untuk itu, pendirian koperasi ini harus memberikan manfaat bagi para siswa. Manfaat koperasi sekolah bagi para siswa adalah sebagai berikut.

  • Membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan mengenai perlengkapan sekolah dengan harga yang lebih murah.
  • Memberikan pelajaran kepada siswa dalam berorganisasi dan bagaimana menjalankan organisasi itu sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap anggotanya.
  • Menumbuhkan jiwa wirausaha bagi setiap anggotanya.
  • Mengajarkan siswa untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa mengendalikan organisasi atau usaha yang dijalani.
  • Menumbuhkan kompetensi siswa terhadap pemahaman sikap dan keterampilan berkoperasi untuk bekal hidup di masyarakat kelak
  • Siswa dapat mengenal lebih dekat dengan guru terutama guru yang berhubungan langsung dengan koperasi.
  • Setiap anggota koperasi akan memperoleh bagian sisa hasil usaha (SHU) pada akhir tahun.

Kepedulian anggota koperasi terhadap manfaat koperasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Tertib dalam membayar simpanan anggota sebagai modal operasional koperasi sehingga koperasi dapat berjalan dengan baik.
  • Ikut mengelola koperasi atau menjadi anggota koperasi secara aktif sebagai wujud partisipasi siswa dalam belajar berorganisasi.
  • Aktif memberikan masukan baik saran dan kritik yang bersifat membangun.

Keberhasilan pengelolaan koperasi akan mampu meningkatkan potensi yang dimiliki siswa dan memberikan keterampilan hidup (life skill), yaitu keterampilan berkoperasi. Mengapa demikian? Adanya dukungan fasilitas yang memadai akan memudahkan koperasi dalam mengembangkan usahanya.

Cara Pengembangan Koperasi

Koperasi sekolah dalam menjalankan kegiatan usaha harus sesuai ketentuan anggaran dasar dan peraturan yang berlaku dalam koperasi tersebut. Usaha yang menyimpang dari ketentuan asas dan tujuan koperasi tidak diperkenankan. Terutama usaha yang mungkin akan mengganggu pelajaran di sekolah. Usaha yang dijalankan dapat berkaitan dengan penunjang pelajaran praktik koperasi. Untuk mencapai maksud dan tujuannya, koperasi menyelenggarakan usaha-usaha, antara lain, sebagai berikut.

a. Mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan dan menabung secara teratur.

b. Usaha-usaha yang dapat memenuhi kebutuhan secara langsung, murid/siswa sekolah sesuai dengan jenis dan sifat sekolahnya, antara lain, sebagai berikut.

  • Menggunakan buku-buku pelajaran dan alat-alat tulis menulis.
  • Mengadakan tabungan atau simpan pinjam di antara anggota.
  • Menyelenggarakan kafetaria di sekolah.

c. Toko koperasi dapat menyediakan kebutuhan sekolah, selain itu dapat juga mengusahakan perbengkelan, pertukangan, dan percetakan untuk keperluan sekolah atau keperluan pihak lain tanpa melanggar tujuan pendidikan koperasi.

Contoh:

  • Kafetaria diusahakan per kelas tiap minggu atau dua minggu sekali secara bergiliran sampai waktunya diserahkan pada kelas lain dengan serah terima.
  • Penyelenggaraan simpan pinjam diusahakan antarkelas masingmasing langsung berhubungan dengan pengurus. Banyak lagi usaha yang dapat dijalankan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing seperti kerajinan tangan dan lain-lain.

Baca :

Untuk mengembangkan usaha pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan koperasi secara umum. Contoh: apabila koperasi tersebut mendapatkan pinjaman modal dari anggota atau pihak lain maka dapat digunakan untuk mengembangkan usaha-usaha seperti pengadaan mesin fotokopi, pembelian komputer sebagai rental komputer atau pengadaan wartel. Semua usaha tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan koperasi sekolah tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. [Ai]

Tujuan Koperasi Sekolah, Syarat, Struktur Organisasi dan Manfaat | admin | 4.5