Ikhtisar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Ikhtisar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang –  Siklus akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda jauh dengan siklus akuntansi perusahaan jasa. Apa yang membedakannya? Yang membedakan hanya pada bagian persediaan barang dagangan serta karena adanya HPP. Berikut ini kita akan mempelajari tahap pengikhtisaran akuntansi perusahaan dagang.

Neraca Saldo

Keseimbangan posisi keuangan sulit dilihat secara langsung dari akun-akun yang ada. Oleh karena itu, pada akhir periode perlu dilakukan verifikasi terhadap akun-akun yang ada untuk melihat keseimbangan antara sisi debit dan sisi kredit. Verifikasi ini dikenal dengan istilah neraca saldo atau neraca sisa (trial balance).

Format dasar neraca saldo sebagai berikut:Ikhtisar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Pengikhtisaran neraca saldo (trial balance) dilakukan pada akhir periode akuntansi. Angka-angka neraca saldo diambil dari saldo setiap akun yang ada sampai dengan tanggal penyusunan neraca saldo.

Adapun tujuan pembuatan neraca saldo atau neraca sisa adalah sebagai berikut:

  • Untuk menguji kesamaan debit dan kredit dalam akun buku besar.
  • Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian (adjusting journal entry) perusahaan dagang pada prinsipnya sama dengan jurnal penyesuaian pada perusahaan jasa. Namun, ada akun khusus yang harus disesuaikan yang hanya ada pada perusahaan dagang, yaitu persediaan barang dagangan.

Penyesuaian tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan metode ikhtisar laba rugi atau pendekatan harga pokok.

  • Jurnal Penyesuaian dengan Menggunakan Metode Ikhtisar Laba/Rugi
  • Jurnal Penyesuaian Persediaan dengan Pendekatan Harga Pokok Penjualan

Neraca Lajuur/Kertas Kerja (worksheet)

Kertas kerja merupakan alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan. Pembuatan kertas kerja bukan suatu keharusan, boleh dibuat boleh juga tidak. Namun, bila menghendaki laporan keuangan rapi dan baik, kita dapat membuat kertas kerja terlebih dahulu.

Mengapa demikian? Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatancatatan akuntansi yang formal. Oleh karena itu, neraca lajur/kertas kerja sifatnya tidak formal, sehingga penyusunannya dapat dilakukan dengan menggunakan pensil. Tujuannya untuk mempermudah koreksi apabila terjadi kesalahan.

Penyusunan neraca lajur/kertas kerja merupakan kelanjutan dari neraca saldo yang disesuaikan. Neraca saldo disesuaikan dipisah menjadi dua golongan, yaitu data yang dicantumkan dalam neraca dan data dalam laporan laba rugi. Perhatikanlah!

  • Persediaan barang dagang termasuk rekening riil, maka dalam penyelesaian neraca lajur dipindahkan ke kolom neraca. Sedangkan rekening pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, biaya angkut pembelian, penjualan, retur penjualan, dan potongan penjualan, termasuk rekening nominal, maka dalam penyelesaian kertas kerja dipindahkan ke kolom laba-rugi sesuai dengan posisi dalam neraca saldo disesuaikan.
  • Untuk rekening ikhtisar laba-rugi, jumlah yang terdapat pada sisi debit dan sisi kredit kolom penyesuaian dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, selanjutnya dipindahkan lagi ke kolom laba-rugi dihitung saldonya.

Neraca lajur/kertas kerja diakhiri dengan penempatan saldo laba atau rugi agar balance.

Tujuan pembuatan neraca lajur/kertas kerja adalah sebagai berikut:

  • memudahkan penyusunan laporan keuangan;
  • meringkas dan mengelompokkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian;
  • mempermudah menemukan kesalahan dalam jurnal penyesuaian.

Baca :

Demikianlah info singkat dari admin Artikelind.com tentang Ikhtisar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang yang bisa dibagikan untuk anda. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan dalam masalah Ekonomi. [Ai]

Ikhtisar Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang | admin | 4.5