Ikan Koi, Penyakit, Budidaya, Jenis, Harga Ikan Koi

Ikan Koi – Pada kesempatan ini admin artikelind.com akan berbagi seputar ikan koi. Mulai dari penyakit, budidaya, jenis dan harga koi.

Banyak diantara para petani yang melakukan budidaya ikan koi. Ikan koi merupakan sejenis ikan hias yang merupakan primadona dan mempunyai harga jual yang tinggi. Dengan harga yang tinggi tersebut dapat menjadikan daya tarik tersendiri untuk membudidayakan ikan koi.

Penyakit Ikan Koi dan Pengobatannya

1. Penyakit Ikan Koi White Spote, Berbintik-bintik Putih

Penyakit white spot berupa bintik putih yang menyebar pada seluruh permukaan kulit. Awalnya bintik putih muncul di bagian permukaan tubuh dan meluas ke bagian lainnya, bisa ke ke insang, sirip, dan lain-lain. Penyakit ini biasanya menyerang ikan yang dipelihara di akuarium.

Penyebab bintik putih adalah protozoa Ichchyophthirius multifilis. Kuman itu tidak terlihat mata, tapi karena berkumpul dalam jumlah banyak terlihat seperti bintik putih. Ukuran seekor protozoa sangat kecil, berbentuk seperti telur dengan diameter sekitar 0,7 mm.

Koi terserang bintik putih seolah-olah tertutup bedak putih. Pada tahap awal kuman hanya menyerap cairan tubuh. Lama kelamaan bisa membuat badan ikan kurus, dan akhirnya si penderita mati.

Koi terkena bintik putih diobati dengan menaikan suhu air kolam sampai beberapa derajat dari suhu awal. Air kolam ditambah 0,5 gram Metheline blue per 1 ton air. Cara pengobatan ini efektif untuk menyembuhkan dan membunuh white spote.

2. Penyakit Ikan Koi Jamur Saprolegnia (Si Kapas Putih)

Penyakit jenis ini akan menyerang koi terluka atau akan tumbuh pada air kolam yang kotor, karena jamur tumbuh baik pada lingkungan berbahan organik tinggi. Jamur juga tumbuh baik pada jaringan mati seperti pada jaringan tubuh ikan yang luka. Bekas luka parasit seperti luka bekas gigitan kutu ikan.

Koi terserang jamur dapat diobati dengan larutan garam dapur (NaCI) dengan konsentrasi 1,5 – 2,5 % melalui pencelupan. Buang bulu-bulu halus jamur dengan mengolesnya pakai kapas yang diberi obat merah. Selanjutnya, ikan sakit dimandikan dalam larutan Monofuracin.

3. Penyakit Ikan Koi Lernaea, Si Cacing Jangkar

Parasit lernaea atau disebut juga dengan cacing jangkar. Cacing jangkar sangat mudah terlihat. Sobat dapat menemukan biasanya letaknya menempel pada bagian luar tubuh ikan atau pada insang.

Lernaea mengisap cairan tubuh, sehingga badan koi menjadi lemah dan tubuhnya kurus, kalau tidak segera diatasi koi akan mati. Cacing parasit ini mudah sekali berkembangbiak, jika seekor koi terserang lernaea tidak segera ditangani, dalam waktu singkat seluruh koi di kolam akan terjangkit.

Dalam jumlah sedikit, lernaea pada seekor koi dapat dicabut dengan pinset. Bekas luka yang berdarah diolesi obat merah. Kalau serangan sudah merata, sebaiknya koi diobati dengan larutan formalin atau Dephterex. Pengobatan dengan larutan formalin, gunakan larutan dengan konsentrasi 25 ppm. Ikan dimandikan selama 10 menit dengan pengulangan 2-3 kali setiap 2 hari sekali.

4. Penyakit Ikan Koi Luka Tergores

Luka ini terjadi akibat ulah koi itu sendiri, contohnya akibat gesekan dengan ornamen kolam, cakaran kucing, koi berusaha melompat keluar kolam. Untuk mencegah infeksi, koi terluka tersebut segera obati koi dengan cara direndam ke dalam larutan Monafuracin sekitar 4-5 hari.

5. Penyakit Ikan Koi Lumpur

Penyakit ini timbul akibat pemberian pakan yang mengandung protein secara berlebihan dan suhu air rendah, sehingga mengakibatkan kulit koi mengalami iritasi dan pembuluh darahnya terinfeksi bakteri. Kondisi ini akan kembali pulih jika air kolam segera diganti dengan yang baru dan bersih.

Untuk mempercepat penyembuhan, lakukan perendaman dengan garam dapur 10 % setiap hari dan biarkan selama satu jam sampai ikan benar-benar sembuh. Alternatif lain, gunakan beberapa tetes Merchurochrome dicampur dengan satu sendok the Aureomycin ke dalam pakan koi. Jika koi sedang menjalani proses penyembuhan, pakan terbaik yang diberikan adalah selada atau kubis. Kedua sayuran tersebut dapat berfungsi untuk mengembalikan kondisi kerja lambung.

6. Penyakit Ikan Koi Batang Insang Berjamur

Gejala koi terinfeksi penyakit ini adalah nafsu makan berkurang dan malas menggerakkan insang. Penyebabnya adalah jamur yang tumbuh pada batang insang. Biasanya jamur cepat menyebar jika kondisi kolam terlalu kotor dan suhu kolam sangat tinggi. Penyakit bisa menjadi semakin parah jika pakan diberikan secara berlebihan.

Untuk mengatasinya, rendam koi sakit ke dalam campuran 0,1 gram Green F dalam 10 liter air atau masukan satu sendok teh Aureomycin ke dalam 10 liter air bersih. Sesuaikan lama perendaman dengan petunjuk pemakaian pada kemasan obat.

7. Penyakit Ikan Koi Lumpuh

Koi menderita lumpuh biasanya akan berenang kaku atau miring. Jika kondisinya sudah parah, badannya tampak limbung ketika berenang dan ekornya bengkok ke atas jika sedang terdiam. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat gangguan atau keracunan obat-obatan.

8. Penyakit Ikan Koi Punggung Kurus

Sepanjang punggung ikan tampak sangat kurus. Meskipun makan dan berenang seperti biasa, penampilan koi menjadi kurang menarik. Penyebab penyakit adalah terjadinya kerusakan (degenerasi) pada sel-sel lemak. Pemberian wortel, vitamin E, mineral, dan chlorella (sejenis ganggang) dapat membantu mencegah terjadinya penyakit itu.

9. Penyakit Ikan Koi Cacar

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Gejalanya berupa bercak putih berlendir yang memancarkan warna putih susu. Lama-kelamaan bercak tersebut akan mengembang dan menjadi merah keabu-abuan. Sebenarnya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu waktu yang lama. Untuk mempercepat proses penyembuhan, berikan desinfektan pada air kolam.

10. Penyakit Ikan Koi Mulut Jamuran

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Fexibactercolumnaris. Jika terinfeksi bakteri ini, mulut koi tampak putih seperti terkena jamur. Supaya tidak menular, pindahkan koi ke dalam kolam yang berisi air bersih, lalu taburi garam sebanyak 10 % dari volume air. Berbagai peralatan yang digunakan harus disterilisasi dengan larutan fenoksietanol atau nifuropirinol.

11. Penyakit Ikan Koi Dropsi

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini menyebabkan sisik mengelupas dan pembengkakan pada jaringan tubuh koi. Akibatnya, koi menjadi sulit berenang dan mengalami sesak napas. Cara paling praktis untuk mengatasinya adalah memberikan larutan anti bakteri atau menaburkan garam dapur. Supaya hasilnya optimal, tambahkan asam oksilin yang dicampur di dalam pakan.

12. Penyakit Ikan Koi Cacing Kulit

Sebangsa cacing dari jenis Gyrodactyius sp. dapat membuat koi selalu merasa gatal sehingga menggosok-gosokkan badannya ke benda-benda keras di dalam kolam. Untuk mengatasinya, rendam koi selama 10 menit yang diberi larutan ke dalam 10 liter air antiparasit, misalnya Malacite Green 2 %.

13. Penyakit Ikan Koi Sirip dan Ekor Busuk

Penyebab utamanya adalah bakteri Aeromonas hydrophyila. Bakteri ini menempel pada tubuh ikan yang terluka. selanjutnya infeksi berkembang dengan cepat. Gejala awal tampak dari sirip koi berwarna suram, kemudian membusuk dan meninggalkan bekas luka berdarah. Penyakit ini sering terjadi jika kondisi air kolam buruk. Lakukan pengobatan dengan Fenoksietanol, Nitrofurazon, atau Kloramin. Campurkan obat-obatan tersebut sebanyak 1 gr / kg pakan.

Memelihara koi di kolam taman tidak segampang yang dibayangkan. Hal-hal sepele bisa terjadi apabila tidak diperhatikan dengan baik dan bila tidak ditanggulangi secepatnya akan berdampak serius, sehingga penanggulangannyapun menjadi rumit.

Untuk menghindari hal tersebut, dan menjaga agar koi tetap sehat dan prima, ada 8 kunci perawatan yang perlu diperhatikan oleh para peternak atau hobies koi. Kedelapan kunci perawatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. oksigen terlarut dalam air;
  2. jumlah koi di dalam kolam seimbang;
  3. drainase air kolam lancar;
  4. penyaringan dan sirkulasi air dilakukan secara teratur agar mutu air tetap terjaga dengan baik;
  5. obati penyakit secepatnya;
  6. jangan membuang lumut yang ada pada kolam. Dengan adanya lumut akan menjaga perut ikan tidak terluka ketika berenang;
  7. suhu air kolam stabil sepanjang hari;
  8. hindarkan kolam dari pengaruh matahari terik

Dengan harga ikan koi tinggi dan kemudahan dalam pembudidayaannya tak jarang banyak petani yang memperoleh keuntungan berlimpah.

Cara Budidaya Ikan Koi

Pada budidaya ikan koi, akan dijelaskan bagaimana teknik untuk membedakan indukan serta cara merawatnya.

  1. Memilih Indukan

Dalam memilih indukan pada Budidaya ikan koi harus dipilih ikan yang matang kelamin. Maksud dari matang kelamin yaitu bagi indukan jantan sudah menghasilkan sperma sedangkan untuk indukan betina sudah dapat menghasilkan sel telur yang matang.

  1. Perhatikan Fisik Ikan

Fisik ikan untuk indukan pada budidaya ikan koi harus bagus. Maksud dari bagus yaitu mempunyai fisik yang bagus, sirip serta sisiknya lengkap dak yang paling penting perhatikan juga gerakan ikan ketika berenang haruslah lincah dan seimbang.

Agar kita tidak menjadi bingung maka kita dapat memilih indukan dari umur dua sampai tiga tahun. Ciri-ciri ikan betina yaitu perutnya lebih besar daripada jantan, ukuran badannya juga lebih besar. Untuk ikan koi jantan, kita dapat mengetahui dari bentuk badan yang lebih ramping serta memiliki perut yang rata. Sirip ikan koi jantan juga berwarna bintik-bintik putih.

  1. Pemisahan indukan

Pada budidaya ikan koi indukan harus disendirikan dari ikan-ikan yang lainnya. Normalnya seekor ikan koi indukan betina dapat dipasangkan dengan tiga ekor indukan ikan koi jantan.

Agar anak dari indukan bagus, sebaiknya memilih ikan yang mempunyai ciri fisik biasa saja namun tetap memiliki sifat unggul. Maksudnya sifat unggul yaitu ikan yang memiliki warna yang pekat. Untuk menyeleksi benih, nantinya dapat dipilih mana ika yang bagus dan mana yang kurang bagus.

Kolam Ikan Koi

Budidaya ikan koi tidak lengkap tanpa adanya kolam. Kolam merupakan bagian utama dalam budidaya ikan karena hidupnya di air. Untuk dapat membuat kolam, kita perlu untuk mencoba tekniknya.

  1. Cara membuat kolam

Kolam Ikan Koi
Kolam Ikan Koi

Untuk dapat membuat kolam, pertama-tama yang harus disiapkan yaitu tempat atau lokasi. Tempat sangat menentukan bentuk kolam serta konstruksinya. Tempat yang dapat dipilih yaitu di dalam atau di luar ruangan.

Perhatikan juga kedalaman kolam. Sebaiknya dalam kolam kurang lebih 70 hingga 100 cm. Hal ini karena jika ikan sudah besar dapat bergerak bebas dan tumbuh dengan maksimal.

Jangan lupa juga membangun sistem filter dengan kemiringan sekitar 40% agar sirkulasi untuk menyaring kotoran dapat terarah pada lubang filter sehingga memudahkan penyaringan kotoran. Dengan sistem filter yang baik maka suasana kolam juga terlihat bersih dan nyaman.

  1. Hal yang harus diperhatikan setelah kolam jadi

Setelah kolam jadi maka kita juga harus memperhatikan hal-hal penting agar koi dapat hidup lebih lama. Diantaranya yaitu mengisi air ke kolam menggunakan kondisioner air. Air harus diganti seminggu sekali agar selalu bersih dan harus memastikan bahwa filter lancar. Pemberian makan ikan sebaiknya tiga kali sehari agar ikan tidak kelaparan serta perhatikanlah suhu pada kolam baik ketika kemarau maupun musim hujan.

Jenis Ikan Koi

Ikan koi mempunyai banyak jenis. Beberapa jenis dari ikan koi diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Gosanke

Ikan Koi Gosanke
Koi Gosanke

Jenis ikan koi pertama yaitu Gosanke. Ciri dari gosanke mempunyai warna hitam, merah dan putih. Yang termasuk dalam kategori Gosanke yaitu Kohaku, Sanke, dan Showa.

Pada kategori Kohaku mempunyai ciri pada pola warnanya. Warna ikan pada jenis ini yaitu merah dan putih. Walaupun ada berbagai macam pola pada Kohaku namun kohaku yang baik mempunyai ciri pada pola warnanya yang tidak turun melewati mata ikamiliki kombinasi yang seimbang.

Ikan koi jenis Sanke mempunyai pola yang sama dengan Kohaku. Ciri pada warna hitam pada sepanjang punggung. Sanke adalah jenis ikan koi hasil persilangan dari Ikan jenis Kohaku dengan Shiro Bekho.

Dan kategori terakhir yaitu Showa. Showa memiliki warna hitam, merah serta putih. Ini merupakan hasil persilangan dari Kohaku dan Shiro Utsuri.

  1. Bekho

Ikan Koi Bekho
Koi Bekho

Yang termasuk kategori Bekho yaitu Shiro Bekho, Ki Bekho, dan Aka Bekho. Shiro Bekho merupakan jenis ikan koi memiliki warna putih dan hitam kecil-kecil. Tetapi warna hitam pada Shiro Bekho tajam dan seimbang. Ki Bekho memiliki warna kuning dan hitam. Warna kuning pada ikan jenis ini tajam serta warna hitamnya juga tajam dan seimbang.

Warna ini lebih jarang daripada Shiro Bekho. Sedangkan Aka Bekho memiliki warna yang menarik yaitu merah dan hitam. Warna merah lebih dominan dan warna hitam membentuk spot sehingga menarik perhatian bagi yang melihatnya.

  1. Utsurimono
Ikan Koi Utsurimono
Koi Utsurimono

Yang termasuk kategori Utsurimono yaitu Shiro Utsuri, Ki Utsuri, Hi Utsuri. Shiro Utsuri memiliki pola warna yang menarik, yaitu hitam dan putih. Warna putih lebih dominan daripada hitam. Bagian kepalanya berwarna hitam dan putih. Warna ikan jenis ini pada kepalanya harus terdiri dari dua warna, yaitu hitam dan putih.

Baca : Cara Membuat Air Terjun Aquascape Aquarium

Jenis ikan Ki Utsuri mempunyai pola warna yang hampir mirip dengan Shiro Utsuri. Hanya saja ki Utsuri memiliki warna kuning dan hitam. Warna kuning lebih dominan daripada hitam. Dan yang terakhir yaitu Hi Utsuri memiliki warna merah dan hitam. Warna hitam lebih dominan daripada warna merah sehingga membuat warnanya lebih menarik serta unik.

Sebenarnya masih banyak jenis ikan koi lain yaitu Asagi, Tancho, Hikarimono, Goromo, Hikarimoyo, Matsuba, Kawarimono, dan Hajiro. Namun pada umumnya jenis ikan yang sering dibudidayakan adalah ketiga jenis ikan di atas.

Harga Ikan Koi

Harga Ikan koi bervariasi, harga ikan koi tergantung pada kualitas ikan. Kita dapat mengetahui harga yang termahal sampai termurah berdasarkan jenisnya juga.

  1. Harga Ikan Koi Termahal

Harga yang termahal sedunia yaitu jenis ikan koi Koi Ginrin Showa. Ikan ini berasal dari Jepang dan mempunyai panjang 75 cm. Pada tahun 1986 ikan ini mempunyai harga sebesar 50.000 Pounsterling.

  1. Harga Ikan Koi Termurah

Sedangkan ikan termurah yaitu sebesar Rp. 2000,00 dengan panjang sekitar 3cm-5cm. Ikan termurah ini dapat kita temukan pada peternak ikan koi ada di sekitar kita.

Demikian beberapa ulasan tentang ikan koi. Memang keindahan ikan koi dapat menarik perhatian bagi yang melihatnya sehingga siapapun yang akan suka dengan warna dan bentuknya. Semoga dengan mengetahui budidaya ikan koi, kolam ikan koi, jenis ikan koi, harga ikan koi dapat bermanfaat bagi kita. [Ai]