Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam

Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam – Pada kesempatan ini admin artikelind.com akan berbagi informasi mengenai Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam. Di sini admin akan memberikan review dari Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam.

  1. Latar Belakang Masalah

Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat pada zaman Nabi saw, baik yang menyangkut masalah sosial kemasyarakatan, lebih lagi masalah ritual keagamaan ketika itu, namun dengan segera Nabi saw memberikan penjelasan tentangnya, sehingga dengan sendirinya persoalan-persoalan yang dihadapi oleh mereka ditemukan solusinya dengan cepat. Dapatlah dipahami bahwa dalam perspektif fiqy siyāsih, Nabi saw berperan ganda. Satu sisi beliau sebagai ulama, dan di sisi lain beliau sebagai umara. Peran ganda ini, telah membentuk integritasnya dalam ri’āsah al-dīn wa al-dawlah, yakni seorang pemimpin agama sekaligus pemimpin negara.

Sepeninggal Nabi saw, maka kepemimpinan berada di tangan khalafā’ al-rāsyidūn yang secara berturut-turut dipegang oleh Abū Bakar, ‘Umar, Uśmān dan Ali. Semula, khalifah dimaksudkan sebagai pengganti Nabi saw dalam bidang politik dan tidak dalam bidang agama. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, khalifah juga dipandang sebagai pemimpin agama. Mereka dimintai keputusannya tidak saja dalam urusan duniawi, tetapi juga dalam masalah-masalah keagamaan.

Setelah masa khulafā’ al-rāsyidīn berakhir dan kepemimpinan berpindah ke Mu’awiyah, lahir fenomena baru, karena bila Mu’awiyah dibanding sahabat lainnya, bukanlah tipe seorang pemimpin agama, tetapi dia merupakan pemimpin politik yang piawai. Akhirnya mulai masa ini, terjadi pemisahan kepemimpin di bidang agama (ulama) dan kepemimpinan di bidang politik (umara).

Ketika kepemimpinan tidak lagi berada di satu tangan, maka ulama dan umara menempati dua posisi yang berbeda. Namun, secara tegas Alquran memerintahkan agar umat Islam mengikuti petunjuk ulama dan umara. Ulama yang dimaksudkan dalam Alquran sebagaimana penjelasan hadis, adalah pewaris Nabi. Sedangkan umara adalah ūlil amri, yakni pemerintah.

Perbedaan ulama dan umara, tampak semakin jelas ketika istilah umara diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini, Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan umara dengan “pemimpin pemerintahan”, lalu contoh aplikasinya adalah kerjasama ulama-umara mutlak diperlu-kan dalam pembangunan bangsa. Jadi di situ ada ulama dan umara. Demikian pula dalam ucapan sehari-hari, istilah ulama dan umara dewasa ini, menimbulkan kesan tentang adanya dua institusi yang berbeda. Ulama di satu sisi, dan umara di sisi lain, atau dengan kata lain bahwa ulama bukanlah umara, dan umara bukanlah ulama.

Dengan adanya perbedaan ulama dan umara, baik dari segi makna, kedudukan, dan fungsi keduanya, praktis bahwa kaum ulama dan umara memiliki pula persepsi yang berbeda tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Namun demikian, tetap ada kemungkinan bagi mereka memiliki persepsi yang sama dalam masalah tertentu.

Dalam masalah bank Islam misalnya, para ulama dan umara boleh jadi memiliki persepsi yang berbeda tentang urgensi didirikannya. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan adanya persamaan persepsi di kalangan mereka tentang urgensi bank Islam tersebut. Bank Islam yang dimaksud-kan di sini adalah bank syariah, atau bank yang didasarkan atas hukum Islam, yakni badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang di masyarakat berdasarkan ajaran Islam.

Dari sekian usaha perbankan yang ada di Indonesia, tercatat be-berapa di antaranya yang menerapkan sistem syariah. Bank Syariah yang pertama kali didirikan di Indonesia adalah Bank Muamalah, kemudian menyusul Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Di tahun-tahun mendatang, diperkirakan bank-bank syariah mengalami perkembangan, terutama pendirian cabang-cabangnya di berbagai daerah.

Dari sebuah riset yang dilakukan oleh Karim Business Consulting, diproyeksikan bahwa total aset Bank Syariah di Indonesia akan tumbuh sebesar 2.850% selama delapam tahun, atau rata-rata tumbuh 356.25% tiap tahunnya. Dari hasil riset ini, menunjukkan bahwa pertumbuhan aset bank-bank syariah sangat mengesankan, dan tentu saja pertumbuhan nya itu dikarenakan adanya kepastian di sisi regulasi serta ber-kembangnya pemikiran masyarakat, terutama kaum ulama dan umara tentang kebedaraan Bank Syariah.

Kini, cabang-cabang syariah sudah banyak dibuka di daerah-daerah mayoritas muslim, termasuk di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan satu-satunya Bank Islam atau Bank Syariah di Kabupaten Gowa adalah Bank Muamalah.

Urgensi pendirian Bank Islam atau Bank Muamalah di Kabupaten Gowa, tentunya didukung oleh sumber daya insani yang memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantatitasnya. Namun realitas yang ada menunjukkan bahwa masih banyak sumber daya insani yang selama ini terlibat di institusi syariah belum sepenuhnya memiliki pengalaman akademis maupun praktis dalam Islamic Banking. Kondisi seperti ini, cukup signifikan mempengaruhi produktivitas dan profesionalisme perbankan syariah itu sendiri. Inilah yang harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, terutama perhatian para ulama dan umara tentang Bank Islam khususnya di Kabupaten Gowa.

Terkait dengan uraian-uraian di atas, maka dapat dirumuskan bahwa wacana tentang perbankan Islam di Kabupaten Gowa, kelihatan-nya sangat menarik untuk dikaji, karena boleh jadi masyarakat telah mengenalnya, tetapi mereka belum mengetahui urgensi didirikannya, dan di sisi lain ada kemungkinan bahwa mereka masih buta akan sistem syariah itu sendiri. Dengan demikian, perlu ada kajian dalam bentuk penelitian lapangan tentang wacana perbankan Islam dengan merujuk pada pandangan yang dikemukan oleh kaum ulama dan para umara setempat.

Untuk mendownload Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam dalam bentuk file word silahkan klik di sini. Skripsi itu karya sekali seumur hidup, jadi buatlah sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan anda. Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam ini dibagikan kepada hanya sebagai referensi saja bukan untuk dijiplak dan dijadikan skripsi sebagai tugas akhir anda.

Baca :

Demikianlah info singkat dari admin artikelind.com tentang Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam, semoga bermanfaat. [Ai]

Contoh Skripsi PAI Persepsi Ulama tentang Bank Islam | admin | 4.5