Cinta buta = “Cinta tanpa alasan”

Cinta buta = “Cinta tanpa alasan” – Ketika Anda membaca tulisan di ini mungkin akan ada pro dan kontra mengenai tulisan saya. Tulisan ini saya tulis bukan berdasarkan dari buku manapun tapi murni dari apa yang selama ini saya rasakan dan kisah nyata dari kehidupan cinta saya. Kisah cinta hidup saya penuh lika-liku, bisa dikatakan tidak pernah berakhir sesuai dengan keinginan saya.

Kadang saya termenung seorang diri di tengah gelapnya malam di mana orang-orang di sekitar saya tertidur melabuh di lautan mimpi mereka masing-masing. Pada saat seperti inilah diri ini bertanya pada dalam diri sendiri, kenapa kisah cinta kehidupan saya seperti ini??

Bagi sebagian orang cinta pertama sulit untuk dilupakan, tapi untuk saya memiliki alur cerita yang sedikit lain. Gadis pertama yang saya Cintai ternyata tidak menyukai saya, sungguh membuat saya frustasi dan tidak bisa konsentrasi belajar ketika itu saya masih duduk di bangku sekolah SMP.

Saya baru bisa melupakan dia sedikit demi sedikit setelah saya duduk di bangku sekolah MAN kelas 2, pada saat itu ada adik kelas saya yang menyukai saya. Karena saya tidak mau dia merasakan apa yang saya rasakan ketika masih SMP, maka saya belajar mencintai dia. Hari demi hari berjalan dan akhirnya rasa cinta itupun muncul dalam diri saya tapi alhasil baru berjalan sekitar 1 bulan dia harus pindah sekolah meninggalkan saya. Sungguh kesedihan yang sampai sekrang masih jelas tercetak di benakku.

Hari demi hari kulalui tanpanya, sungguh perjuangan hidup yang sangat luar biasa. Sampai aku masuk ke perguruan tinggi, aku hanya bisa komunikasi lewat surat atau Hp dengannya. Perjuangan cinta yang luar biasa dan terkadang aku tersenyum sendiri ketika mengingat itu semua.

Alhasil akupun kembali harus kecewa untuk kedua kalinya karena dia harus menikah karena keinginan orang tuanya, di saat aku berjuang menimba ilmu di kampung orang. Karena kejadian itu akupun berjanji dalam hati tidak ingin lagi mengenal namanya cinta, yang tiap kali aku jalani selalu berkhir dengan kisah tragis.

Akupun menjalani hidupku dengan serius dan tekun menimba ilmu di sebuah universitas di Makassar. Belajar dan belajar “No time For a Woman” kurang lebih slogan hidupku seperti itu sejak kejadian tersebut.

Hari demi hari kulalui yang kulakukan tiap hari hanyalah kegiatan kampus ke kost “belajar dan belajar” aku belajar untuk diriku, orang tua dan untuk kakakku yang bersedia membiayai kuliahku. Hidup memang tidak selamanya sesuai keinginanku, akupun kembali jatuh hati pada seorang gadis. Gadis inilah yang banyak membuat hidupku berubah drastis, walaupun dia tidak pernah mengajariku secara langsung tapi bagiku dia adalah seorang Guru, Guru kehidupan. Hidupku yang dulu dipenuhi dengan rasa pesimis akhirnya bisa bangkit denga penuh optimis menjalani kehidupan.

8 tahun berjalan dimulai dari tahun 2006 sampai sekarang tanggal 24 April 2014 dia masih tetap kuanggap sebagai salah satu orang yang membuat kehidupanku jadi lebih baik. Walaupun beberapa bulan yang lalu dia mengatakan kepadaku tidak mencintai aku lagi seperi dulu. Mungkin karena waktu dan jarak yang memisahkan kami hal itu terjadi, aku tidak menyalahkan dia karena jatuh cinta kepada pemuda lain, aku tidak marah kepadanya, inilah hidupku dengan kisah cintanya yang tidak pernah berakhir sesuai keinginanku.

Apakah hidup ini begitu kejam sehingga kehidupan cintaku selalu berakhir dengan dramatis, kadang pikiran itu muncul di setiap kegiatanku sehari-hari. Kadang terlintas di pikiran aku bukan seorang laki-laki yang senang mempermainkan seorang gasi, aku juga tidak pernah berkhianat, kenapa terjadi seperti ini, apa kekuranganku?, apa salahku? sehingga terjadi hal seperti ini kepadaku lagi dan lagi.

Dari tiap kejadian-kejadian inilah aku merenung, berpikir dan tiada henti bertanya pada diriku sendiriku. Kenapa terjadi hal seperti ini, kenapa?, mengapa? apa salahku?, mungkin sebagian menganggp aku tidak waras atau apapun kata orang, mungkin karena frustasi aku menulis tulisan ini. Jadi tidak perlu dipercayai ….!!!

Dari tiap-tiap kejadian itu akhirnya saya sedikit paham tentang hati, cinta, perasaan atau apapun yang menjadi alasan seseorang menyukai orang lain. Benar kata orang cinta itu buta, cinta tidak bisa melihat dan membuat orang berbuat tidak masuk akal dan bahkan berbuat anarkis karena cinta.

Apa itu Cinta?

Cinta buta = "Cinta tanpa alasan"Cinta buta = “Cinta tanpa alasan” suatu hari nanti akan ketemu jalan buntu karena tidak memiliki mata untuk melihat jalan. Ketika hari itu datang barulah kita sadar cinta butuh alasan yg masuk akal dan masuk ke dalam hati. Sebab Cinta dari hati, hati punya mata yang kita kenal dengan mata hati.

Pelajari hati masing-masing, maka kita akan paham mencintai seseorang membutuhkan sebuah alasan di mana alasan itu berasal dari hati bukan berasal dari pikir. Pikir hanya mengikuti hati bukan hati yang mengikuti pikir, mungkin menurut kita sudah hati kita tapi sebenarnya bukan. Itulah hawa nafsu dari dalam diri kita yang sangat halus yang harus kita pahami dan pelajari cara mengatasi dan menekan hawa nafsu itu. Jadi banyak orang dengan alasan Cinta menyukai seseorang padahal bukan Cinta hanyalah hawa nafsu dan ketika hal itu terjadi, maka kita akan sadar ketika kita sudah menikah. Masa pacaran terasa lebih indah dibanding masa setelah menikah dan Anda akan duduk termenung, bingun kenapa bisa seperti ini…..!!!???

Itulah ego manusia merasa tahu dan paham akan dirinya padahal tidak sama sekali. Hati adalah karunia yang sangat luar biasa yang diberikan Allah kepada manusia yang jarang sekali manusia yang mempelajari hati mereka, manusia lebih banyak mengembangkan pikir dibanding hati mereka. Jangan heran ketika kita mencapai puncak kejayaan di mata manusia dengan kata lain sukses, maka terasa kosong, hambar hidup ini.

Akhir Kisah Cintaku

Entah bagaimana akhir kisa cintaku, tapi aku yakin dengan niat baik tulus dari dalam hati berusaha memperbaiki diri tiap hari suatau saat nanti akan ada masa di mana aku akan menemukan Cinta Suci. Cinta yang betul-betul berasal dari dalam hati yang terlindungi putih bening tanpa kotoran sedikitpun.

Mungkin ada yang bertanya apakh saya tidak mencintai si gadis yang ketiga berdasarkan hipotesis yang saya buat di atas? ataukah sebenarnya saya hanya mencintainya dengan Cinta Buta?

Aku mencintai dia dari lubuk hati yang paling dalam, bukan nafsu tapi betul-betul menyayanginya dengan alasan yang berasal dari dalam hati bukan dari pikir saya.

Apakah saya marah ditinggalkan olehnya? tidak, karena manusia punya pilihan kita tidak bisa mengatus manusia lain sesuai keinginan kita karena kita bukan Tuhan.

Jadi apa yang akan lakukan selanjutnya? saya akan terus berjuang memperbaiki diri hari demi hari, jika dia memang jodohku nanti akan ada jalan bisa kembali lagi seperti dulu. Kalaupun dia bukan jodoh akan ada jodoh yang disediakan untukku oleh Tuhan yang sesuai dengan selama ini kulakukan. Aku berusaha menjadi lebih , saya yakin akan dapat sesuai dengan niat dan usahaku.[Ai]

Cinta buta = “Cinta tanpa alasan” | admin | 4.5
Leave a Reply