Alasan AC Bisa Menghasilkan Udara Dingin

Alasan AC Bisa Menghasilkan Udara Dingin – AC punya rahasia yang disebut sistem penguapan. Perawat akan berkata ke kita sebelum menyuntik, “Ayo, turunkan celana !” Sambil mengoleskan alkohol di tempat yang akan disuntiknya. Dan kita akan merasakan sejuk dan dingin. Ini karena alkohol menguap dan menghilangkan panas tubuh.

Saat cairan berubah menjadi uap, atau kita sebut penguapan, panas disekitarnya akan hilang. Nah, AC menggunakan prinsip ini. AC menggunakan cairan freon sebagai pengganti alkohol. Freon bisa berubah menjadi gas, seperti halnya alkohol. Di dalam AC, freon diubah menjadi gas yang dapat mendinginkan suhu panas, lalu dikeluarkan dalam bentuk udara dingin.

Namun, gas freon dapat menyebabkan lapisan ozon menjadi rusak. Jika lapisan ozon rusak, dapat menimbulkan bencan bear, misalnya terjadi bencana alam. Oleh karena itu demi menjaga lingkungan, saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan alat pendingin baru.

Sebelum sistem pendingin AC diciptakan, pendinginan dilakukan dengan menyimpan berblok-blok es. Ketika mesin pendingin mulai digunakan, mereka menilai/menghitung kapasitasnya dengan menyamakan dengan jumlah es yang meleleh dalam saru hari, yang mana istilah “Ton” diambil dari ukuran air conditioning. Suatu Ton Refrigerasi sekarang ini didefinisikan setara dengan pendinginan 12.000 BTTU/hour. BTU adalah kependekan dari British Thermal Unit. BTU adalah sebuah unit dari energi pendinginan. Dan yang lebih penting, bagaimanapun juga, perlu dipahami bahwa sebuah AC split/window biasanya kurang dari satu ton. Sebuah unit AC Central kecil sekitar dua ton dan yang besar sekitar lima ton.

Air conditioner adalah sebuah sistem mekanikal yang rumit yang bergantung pada berbagai kondisi untuk dapat bekerja dengan baik. AC diukur untuk memenuhi beban tertentu didalam ruangan. AC dirancang untuk dapat menampung sejumlah refrigerant, yang dikenal sebagai “charge”. AC dirancang untuk memiliki sejumlah aliran udara di coil. Ketika salah satu dari hal-hal tersebut berubah, system akan mengalami masalah.

Jika anda menghasilkan lebih banyak panas didalam ruangan, baik dikarenakan lebih banyak orang atau peralatan atau dikarenakan perubahan didalam ruangan, air conditioning ( AC ) mungkin tidak akan mampu mengimbanginya.

Apabila ‘refrigerant charge’ pada sistem bocor keluar, itu akan menurunkan kapasitas dari sistem. Anda akan mendapatkan sedikit pendinginan dan sistem tidak akan dapat mengimbangi pada saat beban sedang tinggi.

Jika aliran udara di kumparan luar (kondensor) berkurang, kemampuan untuk menolak panas di luar ruangan berkurang dan juga kapasitas sistem mungkin turun, terutama pada suhu yang lebih tinggi di luar ruangan.

Baca : 10 Tips Memilih Tab bagi Remaja

Dalam iklim tropis seperti Indonesia, masalah yang sama terjadi sehubungan dengan coil dalam ruangan (evaporator): aliran udara yang lebih tinggi akan membantu, aliran udara lebih rendah akan merugikan. Dalam iklim lembab, situasinya lebih kompleks. Pada aliran udara yang lebih tinggi, akan ada lebih sedikit dehumidifikasi, yang menyebabkan kelembaban dalam ruangan menjadi tinggi. Jika aliran udara terlalu rendah, coil evaporator dapat membeku. Hal ini membuat kinerja menjadi lebih buruk dan dapat merusak kompresor – meninggalkan Anda dengan tagihan perbaikan mahal dan tidak ada pendinginan![Ai]

Alasan AC Bisa Menghasilkan Udara Dingin | admin | 4.5
Leave a Reply