Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Kekuatan Militer

Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Kekuatan Militer – Penyelesaian melalui jalan diplomasi mengalami jalan buntu. Oleh karena itu, Indonesia mulai mempersiapkan penyelesaian Irian Barat dengan kekuatan militer.

Untuk kepentingan ini, Pemerintah Indonesia awalnya berencana membeli senjata dari Amerika Serikat, tetapi gagal. Pembelian senjata kemudian dialihkan ke negara-negara Blok Komunis, terutama Uni Soviet.

Upaya pembelian senjata ini dipimpin Jenderal A.H. Nasution (Menteri Keamanan Nasional). Jenderal Nasution juga mengadakan lawatan ke berbagai negara seperti Thailand, Filipina, Australia, Jerman, Pakistan, India, dan Inggris. Kunjungan itu bertujuan mencari informasi atau tanggapan seandainya pemerintah Indonesia membebaskan Irian Barat dengan kekuatan militer dan bagaimana hubungan negara-negara tersebut dengan pihak Belanda. Negara- negara yang dikunjungi tersebut ada yang mendukung Belanda dan ada yang menyarankan jalan damai dalam penyelesaian Irian Barat.

Persiapan pemerintah Indonesia diketahui Belanda, sehingga Belanda menuduh Indonesia melakukan agresi militer. Belanda memperkuat armadanya di Irian Barat dengan mengirimkan kapal perangnya, misalnya kapal induk Karel Doorman, yang dilengkapi personil dan persenjataan lengkap.

Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan Tiga Komando Rakyat (Trikora) yang isinya adalah sebagai berikut.

  1. Gagalkan pembentukan negara boneka Negara Papua buatan Belanda kolonial.
  2. Kibarkanlah Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.

Dengan dicetuskannya Trikora tersebut, maka konfrontasi antara Belanda dan Indonesia pun dimulai. Sebagai reaksi terhadap Trikora, pada tanggal 2 Januari 1962 Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat mengeluarkan Keputusan No. 1 tahun 1962 tentang Pembentukan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.Komando Mandala dibentuk pada tanggal 2 Januari 1962. Apa saja tugas yang akan diemban dan dilaksanakan oleh Komando Mandala? Tugas Komando Mandala adalah sebagai berikut :

  1. Merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi-operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Provinsi Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Republik Indonesia.
  2. Mengembangkan situasi militer di wilayah Provinsi Irian Barat:
  3. sesuai dengan taraf-taraf perjuangan di bidang diplomasi;
  4. supaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya di wilayah Provinsi Irian Barat dapat secara de facto diciptakan daerah-daerah bebas atau didudukkan unsur kekuasaan/ pemerintah daerah Republik Indonesia.

Pada awalnya, Belanda yakin bahwa pasukan militer Indonesia tidak mungkin menembus wilayah Irian Barat. Keyakinan itu tidak terbukti. Pasukan Indonesia ternyata mampu menembus wilayah Irian Barat, bahkan mampu merebut Teminabuan. Berikut adalah peristiwa konfrontasi di Irian Barat.[Ai]

Perjuangan Merebut Kembali Irian Barat Melalui Kekuatan Militer | Admin | 4.5
Leave a Reply