Forex Halal atau Haram ditinjau dari Hukum Islam

Forex Halal atau Haram ditinjau dari Hukum Islam – Forex hala atau haram?muungkin ini pertanyaan yang paling muncul dalam benak seseorang yang beragama Islam. Bisnis Forex merupakan bisnis yang sangat banyak diminati saat ini mengingat keuntungan yang bisa diperoleh di dalamnya. Tapi mungkin bagi Anda yang beragama Islam masih sering ragu karena animo masyarakat yang berkembang Fores adalah “judi”.  Berikut ini admin kutip sebuah artikel yang membahas Forex dalam Hukum Islam akan memberikan penjelasan yang sejela-jelasnya tentang haram tidaknya Forex di mata hukum Islam.

Forex Halal atau Haram ditinjau dari Hukum Islam

Forex Halal atau Haram ditinjau dari Hukum Islam

Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

1. Ada Ijab-Qobul (Ada perjanjian untuk memberi dan menerima)

  • Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
  • Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
  • Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

  • Suci barangnya (bukan najis)
  • Dapat dimanfaatkan
  • Dapat diserahterimakan
  • Jelas barang dan harganya
  • Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
  • Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

من سترئ شيتالم يرهفله الخيارإذاراه

“Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.

Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:

المشقة تجلب التيسر

Kesulitan itu menarik kemudahan.

Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperti dolar Amerika, Poundsterling Inggris, Euro, dollar Australia, Ringgit Malaysia dan sebagainya.

Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing sebagai alat pembayaran luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)

Dari penjelasan di atas mungkin masih banyak yang kurang paham, di sini admin akan mencoba menarik kesimpulan dari penjelasan di atas. Forex Halal atau Haram tergantung pribadi masing-masing memahami penjelasan di atas! dalam Islam sudah ditentukan syarat jual beli, apakah syarat jual beli saham atau valas sudah sesuai jual beli Islam?

Admin sendiri pernah main Forex, tapi admin tinggalkan! awalnya admin berpendapat Forex itu Halal makanya dikerjakan. Pasa dikerjakan, alhasil berhenti karena ada hal yang janggal dan tidak sesuai dengan pemikiran sebelumnya. Ketika kita lakukan open posisi membeli satu mata uang dengan prediksi mata uang tersebut akan menguak dan ternyata terjadi hal sebaliknya dan kerugiaan tidak bisa lagi ditahan oleh modal kita, maka kita dipaksa tutup posisi. Disinilah yang ganjal dan menurut admin kita dipaksa menutup transaksi dan modal habis. Kok barang yang sudah dibeli (Mata uang) bisa hilang? ke mana perginya? modal habis barang ngak ada? apa ngak kayak judi?

Mungkin ada yang ngak sependapat dengan admin tentang Forex Halal atau Haram, ini hanya opini admin saja berdasarkan pengalaman. Admin juga bukan ahli agama, tapi pengalaman mengajarkan Forex itu sangat berbeda dengan Jual Beli dalam Islam.[Ai]

Forex Halal atau Haram ditinjau dari Hukum Islam | Admin | 4.5
Leave a Reply